Valentine: “Koreksi” Gereja

Anda merayakan valentine yang baru lalu? atau paling tidak ikut-ikutan latah? Simak laporan BBC Indonesia berikut ini yang berjudul: ‘Koreksi’ Gereja soal Valentine.

Gereja Katholik Roma Inggris menasihati orang lajang yang mengidamkan hubungan asmara agar mengarahkan doa permintaan asmara pada Februari 14 kepada St Raphael, bukannya St Valentine.


Menurut Gereja Katholik Inggris, bertahun-tahun, St Valentine telah keliru diasosiasikan dengan upaya mendapatkan cinta. Dia adalah santo pelindung bagi mereka yang telah menemukan pasangan hidup mereka.

Sedangkan, St Raphael adalah santo pelindung untuk hubungan yang bahagia dan dialah seharusnya menjadi tujuan permintaan dalam hari Valentine.

Campur tangan

Clare Ward, jurubicara pada Catholic Enquiry Office, lembaga resmi penyedia informasi mengenai kehidupan Katholik, mengatakan, meski pembedaan di antara para santo selalu jelas di dalam Gereja, bertahun-tahun masalah itu menjadi samar di luar.

“Jika besok anda masih mencari pasangan hidup, santo pelindung sebenarnya adalah St Raphael,” kata Clare Ward.

“Dia orang yang tepat untuk anda tujukan doa atau waktu anda jika anda mencari calon pasangan anda,” ujarnya.

Menurut legenda, St Raphael membantu Tobias menjadi pasangan hidup bagi Sarah, yang calon suaminya meninggal menjelang pernikahan mereka.

Dalam daftar para santo Katholik, adalah St Raphael yang dikait-kaitkan dengan bantuan untuk menjalin hubungan.

Pesan Valetine tertua yang diketahui berasal dari tahun 1477

St Valentine dilaporkan menjadi martir di Roma pada tahun 269.

Meski riwayat pastinya tidak jelas, Valetine diyakini memang ada, sebab para arkeolog telah menggalami gereja kuno yang dipersembahkan untuk seseorang dengan nama tersebut.

Salah satu teori menyatakan, dia adalah pendeta di Roma yang tetap menikahkan pasangan Kristen dengan melanggar ketentuan yang berlaku saat itu.

Menjelang eksekusi, dia dikatakan menandatangani pesan kepada putri orang yang memenjarakannya: “From your Valentine.”

Mereka yang mengharapkan campurtangan tuhan untuk membantu kehidupan asmara mereka mungkin menghargai koreksi mengenai santo tujuan doa mereka.

Meski demikian Clare Ward menambahkan: “Ada banyak bukti yang mengindikasikan bahwa orang-orang muda yang mengikuti kelompok doa telah mendapatkan pasangan mereka.”

“Mereka yang telah menempuh jalur-jalur tradional seperti jasa perjodohan online semestinya mencoba jaringan spiritual,” katanya.

“Mengapa tidak mendatangi kelompok doa – ini mungkin malam keberuntungan anda.”

Sumber: BBC Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s