Segelas Susu

Howard A. (Howard Atwood) Kelly (1858-1943), A...

Howard A. (Howard Atwood) Kelly (1858-1943), A.B. 1877, M.D. 1882, LL.D. (hon.) 1907, portrait photograph as a young man (Photo credit: Wikipedia)

Berbagi cerita inspiratif….

Ada seorang anak lelaki miskin. Ia sangat lapar,tapi tak punya uang. Anak itu memutuskan mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan.

Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya meminta segelas air.

Gadis itu tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.

Berapa harga segelas susu ini? ” tanya anak lelaki ini ”
Ibu mengajarkan kami, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami. ” jawab si gadis muda itu ”

Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam. ! ” balas anak lelaki ”

Sekian tahun berlalu..
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa dan mengalami sakit kronis.. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Ia dibawa ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis. Dokter Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

Pada saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh dimata dokter tersebut.

Bergegas ia turun dari kantornya di lantai atas menuju kamar wanita tersebut.

Dalam balutan baju putih kedokterannya, ia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu bisa disembuhkan.

Wanita itu menerima amplop tagihan RS dalam ketakutan. Ia tak akan mampu membayar, meski dicicil seumur hidup. Dengan tangan bergetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan dipojok atas tagihan…

“Telah dibayar lunas dengan segelas susu”
Tertanda, dr. Howard Kelly.

Note :
Cerita diatas memberi teladan untuk tidak ragu berbuat baik dan tidak mengharapkan balasan atas perbuatan baik.
Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.

Siapakah dr. Howard Kelly?
Ia tak lain adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut.

Cerita ini disadur dari buku pengalaman dr. Howard Kelly dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania.(BBM Broadcast)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kalung Anisa

Semoga ada pelajaran dari kisah ini:

Di sore hari yg cerah, Anisa dan ibunya berbelanja di supermarket tepatnya di jalan Datuk Maharaja. Ketika sedang asik menemani sang ibu belanja Anisa melihat kalung mutiara putih berkilauan, kalung itu tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat attraktif. Kalung itu nampak begitu indah sekali , sehingga Anisa pun sangat ingin memiliki kalung itu. Tapi Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.

Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.

“Bunda, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… “Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten.

“Oke … Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?”
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. Continue reading

Kejernihan Hati

Pernah mendengar tokoh khayalan Nasrudin ?? , Suatu hari ia mengeluh pada istrinya Shakila:

“Dulu waktu baru menikah setiap aku pulang kerumah , kau selalu membawakan sandalku dan anjing kita selalu menyambut dengan gonggongan , kini terbalik , anjing kita yang membawakan sandal dan kau yang menggonggong”

Mendengar kegusaran suaminya , Shakila tak kalah tangkas menangkis “Jangan mengeluh suamiku , bagaimanapun engkau tetap mendapatkan pelayanan yang sama , ada yang membawakan sandal dan ada yang menggonggong” Continue reading