Idul Fitri Dan Dampak Sosial

Buat yang belum tau apa maksud Minal Aidin Wal Faizin, ada baiknya simak tulisan berikut yang dicomot dari REPUBLIKA.CO.ID, dan ditulis Oleh: Endang Zakaria (Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta).

Di negara kita banyak orang mengucapkan Minal ‘Aidin wal Faizin saat Idul Fitri. Kata-kata tersebut merupakan asa dan doa yang senantiasa terucap saat kita berjabat tangan saat Idul Fitri. Dalam Alquran tidak ditemukan makna kata ‘Aidin. Namun dari aspek etimologi,  Minal ‘Aidin dapat diartikan “Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah”, yang merupakan “asal kejadian” manusia.

Lain lagi kebiasaan di negara-negara Islam di Timur Tengah, mereka cukup mengucapkan Eid Mubarak sebagai bentuk tasyakur atas kemenangan umat Islam yang berhasil melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan.

Idul Fitri juga bermakna hari bersuka cita, maka pada hari besar itu kita harus terbebas dari kesusahan, kesedihan, dan jangan ada lagi orang yang meminta-minta. Saat itu, umat muslim yang mampu untuk membayar zakat fitrah kepada fakir miskin hendaklah mengeluarkannya sebagai bentuk kepedulian dalam berbagi kebahagiaan kepada orang yang tidak mampu agar bisa merasakan suka cita pada hari tersebut.

Pada saat Idul Fitri umat Islam bersalam-salaman dan saling memaafkan atas segala dosa dan kekhilafan. Yang muda meminta maaf kepada yang tua, anak meminta maaf kepada orang tua, adik meminta maaf Continue reading

2 Idul Fitri

image via tribunnewsHari raya beda, semoga bukan STRUGGLE ANTARA FUNDAMENTALISME RUKYAT VS FUNDAMENTALISME HISAB.

Mari ingat jargon: Pendapat kami benar tapi ada kemungkinan salah dan pendapat selain kami salah tapi masih ada kemungkinan benar. Semoga kita tak terjebak pada وثنية النصوص /pemberhalaan teks dan jatuh dlm ألفبائية النصوص/ abc-nya teks. (Kata temen saya tuh).

Kalo saya penganut Tarekat Asyikiyah. Jika lebaranya sama alias bareng asyik. Jika lebaranya beda, gak bareng, asyik juga kan lebarannya jadi punya 2.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ramadhan Bergegas Pergi

Ada tulisan bagus banget:

Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang … Menangislah, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Jika itu adalah ungkapan penyesalan bahwa Ramadhan sudah akan bergegas pergi, tinggal menghitung hari,

Tapi rasanya baru kemarin saya bertekad untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lail, iya baru kemarin.

Menangislah karena ALLAH tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan apakah saya masih diikutsertakan pada Ramadhan tahun depan atau telah tertidur dibawah tumpukan tanah, sedangkan Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa hari saja, tersadar bahwa Ramadhan kali ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang. Biar butir bening itu jadi saksi penyesalan. Continue reading