Buat Ayah Bunda

Allah“Renungan untuk para Ayah & Bunda”
Penyair KH Zawawi Imran

Seorang lelaki datang kepada seorang ustadz, mengadukan persoalan keluarganya.

“Saya bosan di rumah sekarang.”
“Mengapa?”
“Tidak ada yang menarik.”
“Lalu engkau jarang di rumah?”
“Iya, tentu.”
“Anakmu berapa?”
“Dua. Satu laki-laki berumur lima tahun, satunya perempuan, tiga tahun.”
“Pernahkah engkau perhatikan anakmu ketika sedang makan?”
“Tidak.”
“Ketika sedang bermain-main?”
“Juga tidak.”
“Ketika sedang tidur saat tengah malam?”
“Tidak.”
“Coba lakukanlah itu. Continue reading

Makna Qurban

Setiap apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pastilah mengandung makna, bukan hanya filsafat yang hampa apalagi sandiwara yang sia-sia. Dia akan membuahkan nilai-nilai yang berguna baik bagi pribadi dan masyarakat apabila dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan-Nya. Marilah kita renungi makna yang terkandung dalam qurban ini.

Sebagaimana kita ketahui ibadah qurban ini bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya semata wayang Nabi Ismail as. Dalam hal ini digambarkan oleh sebuah hadits sebagai berikut: Continue reading

Memandang Rendah Ciptaan Tuhan

Janganlah sekali-kali memandang rendah sesuatu yang ada pada makhluk Allah Swt. Sebab itu merupakan hinaan terhadap penciptanya.

Nabi Nuh as pada suatu saat melihat seekor anjing dalam keadaan sakit kudis, lalu berkata, “Anjing apa ini? Alangkah buruknya.”

Tiba-tiba anjing itu menjawab dan berkata, “Wahai Nuh, beginilah Tuhanku menciptakanku. Jika engkau tidak puas dan mampu merubah bentukku menjadi lebih bagus, lakukanlah.”

Akhirnya Nuh as menyesali apa yang dikatakannya dan menangis hingga 40 tahun lamanya, sehingga Allah Swt menjulukinya “Nuh” yang artinya menangis. Nama sebenarnya adalah Abdul Jabbar. Allah Swt berkata kepadanya, “Wahai Nuh, sampai kapan engkau akan terus menangis? Aku sungguh telah mengampunimu!”

Janganlah merasa lebih baik dari siapapun, sekalipun itu anjing kudisan. Orang-orang arif mengatakan, “Selagi seorang hamba merasa bahwa ada orang yang lebih buruk darinya, ia adalah orang sombong.” (Imam Ali bin abi thalib A.S.)…ayo wudhu…dhuha sekarang…rejeki melimpah.

Broadcasted over BlackBerry® messenger