Rindu Ayah Bunda

Malam tadi saya berniat tidur lebih awal dari biasanya. Lalu Saya menuju pembaringan. Saya lihat sebentar wajah anak istri tersayang. Istriku tertidur pulas tampak kelelahan setelah seharian mengurus buah hati kami. Putriku, tertidur lucu, sesekali terlihat senyum dalam tidurnya.

Mata Saya berkaca-kaca, mengingat semua perjalanan hidup. Hingga akhirnya Saya justru teringat akan ayah bunda tercinta yang kini telah tiada. Continue reading

Teringat Akan Bunda

Siang ini saya membaca postingan Ninta, I Love You Mama. Lalu saya post sebuah komentar:

Aku Jadi teringat ibu (alm). Beliau pada saat-saat terakhir menanti kedatanganku dari Jakarta. Namun waktu itu aku tidak punya ongkos buat pulang kampung, duit di dompet tinggal 25ribu. Waktu itu saya janjikan: “Tiga hari lagi ya bu, tunggu gajian”. Benar, 3 hari kemudian aku pulang untuk memandikan jenazah ibu. Menangis, sedih, marah, menyesal, protes pada Alllah, semuanya menjadi satu. Astaghfirullah …..

Sekarang setiap aku rindu pada ibu dan teringat saat itu, aku hanya berdoa, mengirim al-fatihah. sesekali aku menyanyi memetik gitar, sambil meneteskan air mata, menyanyikan lagu ini: Continue reading

Bertasbih Bersama Embun

Di tengah gulita malam aku terhenyak dari tidur. Aku berpikir pasti hari masih gulita. Benar jam menunjukkan pukul 2:50 dini hari. Hatiku tiba-tiba gelisah. Entah gerangan ada apa yang sedang terjadi atau sedang terjadi dengan diriku atau mungkin dengan kerabat atau orang-orang di dekatku. Aku tak tahu pasti. Aku tak ampu mengurai isyarat ini.

Aku sejenak berpikir, lalu kuputuskan untuk menyapa yang Maha Mengetahu lewat tahajudku. Semula terasaberat untuk mengambil air wudhu. Namun kemudian setelah aku sentuh embun, semuanya menjadi terasa ringan. Sulit untuk khusu’, namun aku teruskan sholatku. Biarlah Yang Maha Hidup yang menentukannya. Continue reading