Sistim Ganjil Genap

TransJakarta Buses in Jalan Sudirman

TransJakarta Buses in Jalan Sudirman (Photo credit: Wikipedia)

Bagaimana sih sistim ganjil-genap entar?

Kemacetan di Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Berbagai terobosan coba dilakukan Pemprov DKI Jakarta bersama Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mengurai kepadatan volume kendaraan di jalan. Salah satu konsep terbaru yang saat ini tengah dipikirkan Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya adalah pembatasan kendaraan dengan sistem nomor pelat ganjil genap.

Seperti apa itu sistem ganjil genap ?

Wakil Direktur lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono menjelaskan, teknik sistem genap ganjil adalah satu konsep pembatasan kendaraan yang mengacu pada dua nomor terakhir pelat nomor kendaraan. Dengan begitu, nantinya setiap kendaraan yang melintas akan bergantian sesuai hari pemberlakuan dua digit angka terakhir pelat nomornya.
“Misalnya hari Senin digit genap kemudian Selasa digit ganjil begitu seterusnya. Penentuan genap dan ganjilnya ditentukan dari dua angka paling belakang plat. Misal pelat mobil saya B 3412 VII, berarti genap. Atau misal B 2533 SFA, nah itu berarti ganjil karena dua angka di belakangnya 33,” jelas Wahyono kepada merdeka.com, Selasa (11/12).
Tahap awal, kebijakan ini hanya berlaku untuk kendaraan roda empat. Sebab, kendaraan roda empat dinilai sebagai biang kemacetan ibu kota.
“Kebijakan ini juga untuk mencegah para pemilik kendaraan roda empat yang lebih dari satu agar tidak mengoperasikan seluruh kendaraan yang mereka miliki,” katanya.
Sistem ini juga diberlakukan untuk kendaraan di luar pelat B. Intinya, aturan ini berlaku semua kendaraan roda empat yang beroperasi di Jakarta.
“Kendaraan yang masuk Jakarta harus taat peraturan tidak hanya pelat Jakarta. Semua kendaraan yang masuk ke Jakarta harus mematuhi peraturan lalu lintas,” tegas Wahyono.
Dihubungi terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Chrysnanda Dwi Laksana menambahkan, pemberlakuan sistem genap ganjil hanya diberlakukan di hari kerja. Selain itu, sistem ini juga diterapkan di jalur-jalur yang memberlakukan 3 in 1. “Kemungkinan akan diberlakukan di jalur 3 in 1 dan juga jalur-jalur yang sudah ada jalur bus Transjakarta,” ujar Chrysnanda.

Dalam pengawasannya, pihak kepolisian meminta Pemprov DKI menambah jumlah CCTV di ruas jalan yang diberlakukan sistem genap ganjil. CCTV diyakini sangat membantu petugas dalam melakukan pemantauan di lapangan. Dengan begitu, sistem ini bisa berjalan efektif.
“Sarana dan prasarana seperti pengadaan CCTV juga harus mendukung agar bisa berjalan dengan efektif. Sehingga tidak membebankan kepada petugas. Kamera CCTV idealnya harus dipasang di semua titik perempatan jalan protokol, apalagi yang kerap terjadi kemacetan. TMC-nya harus hidup dan jangan sampai mati. Maka TMC harus menjadi handal,” tambahnya.

English: TransJakarta Corridor I bus at "...

English: TransJakarta Corridor I bus at “Bundaran Hotel Indonesia” traffic circle. (Photo credit: Wikipedia)

Selain untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, pemberlakuan sistem ini juga bertujuan agar para pemilik kendaraan bermotor mematenkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor mereka. Dengan begitu tidak ada lagi pemalsuan kendaraan bermotor karena nomor tidak boleh diubah. Perubahan ini menyangkut penegakan hukum. Untuk itu masyarakat yang belum melakukan balik nama pada kendaraannya diimbau segera melakukannya.
“Sebab TNKB ini adalah bukti dari legitimasi personal kendaraan bermotor. Ini juga dapat membangun budaya masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” jelas Chrysnanda. Dalam pengawasan kebijakan ganjil genap, Dishub DKI juga memiliki peran. Dengan catatan tidak bisa melakukan penegakan hukum, karena domain penegakan hukum ada pada penyidik Polri.

Keduanya berharap kebijakan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Meski demikian, mereka tetap berharap Pemprov DKI segera memperbaiki armada dan pelayanan angkutan umum di Jakarta agar warga berhenti menggunakan kendaraan pribadinya.
“Kami harapkan agar disediakan juga moda transportasi umum pengganti untuk pengguna jalan yang hari itu tidak bisa menggunakan kendaraannya. Jadi masyarakat yang punya kendaraan ganjil saat berlaku hari genap bisa naik busway atau angkutan lain,” harap Wahyono.

Masyarakat harus berperan aktif dalam menyukseskan kebijakan ini, demi kelancaran, kenyamanan dan keamanan dalam berkendaraan.
(Sumber: Divhumas Mabes Polri)
http://m.facebook.com/note.php?note_id=504498026248841

One comment

  1. Dukung aja sii kebijakan ganjil genap itu. Tapi..di daerah tinggal saya, busway masih cukup jauh letaknya dari rumah. Dan nggak ada feeder yang bisa mengangkut ke terminal busway terdekat.. Perjuangan berat juga untuk mencapai busway terdekat, makan waktu dan tenaga juga. Paling-paling mikrolet lagi, yang makin nggak punya perikemanusiaan. Dah gitu angkutan umum masih agak2 primitif pula. Agak ngeri kalau pakai angkutan dan pulang malam. Dulu pernah ada rencana membangun jalan tol diatas sungai, tapi sejak reformasi bergulir sampai detik ini belum ada realisasinya. Baru tiang-tiangnya aja yang sudah ada..jalannya…belum pernah ada sampai sekarang. Bukan sekali dua kali pula saya mencoba pakai angkutan umum yang tidak lagi aman dan nyaman seperti waktu saya masih kecil. Angkutan umum sekarang lebih ‘ganas’ daripada dulu.
    Kalau saya pribadi, lebih baik angkutan umum-nya dan feeder-nya busway diberesin dulu, dibuat nyaman dulu, dibuat aman, setelah angkutan umum dan feeder-nya aman dan nyaman, barulah sistem ganjil genap diterapkan.
    Kalau angkutan umum dan feeder sudah tertib,aman dan nyaman, kemungkinan besar, semua orang pengguna mobil pribadi nggak keberatan kalau harus naik busway atau angkutan lain disaat mobil pribadi nggak bisa dibawa,
    Ngomong-ngomong…kenapa hanya mobil ya yang jadi sasaran pembatasan ? Bukankah motor juga selama ini jadi biang kerok di jalan. Bahkan seringkali motor juga paling sering melanggar aturan lalu lintas. Seharusnya, motor juga kena pembatasan tuh…biar adil. Soale yang suka seenak jidatnya sendiri kalau jalan di jalanan yaa.. motor juga kan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s