Ulang Tahun TNI Angkatan Udara

Puncak peringatan ulang tahun ke-66 TNI Angkatan Udara, akan dilaksanakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 9 April 2012. Gemuruh dari mesin-mesin jet dan tempur dan turboprop pesawat latih akan menggetarkan langit Jakarta dan sekitarnya dalam atraksi manuver militer berbasis latihan ketat dan keras dari putera-putera bangsa kita di udara.

Sebanyak 64 pesawat terbang dari berbagai jenis dan tipe akan diturunkan untuk mendukung rangkaian upacara dan demonstrasi udara statik dan dinamis. Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat akan menjadi inspektur upacara bagi 2.560 personel dari berbagai satuan dan korps yang akan berdefile. Mereka terbagi ke dalam dua brigade upacara dan tujuh batalion upacara.

Dilanjutkan dengan peragaan dari 321 anggota Korps Pasukan Khas TNI-AU dalam bela diri tae kwon-do. Sebagai “pasukan pendarat”-nya TNI-AU, pertempuran jarak dekat bisa saja mereka alami saat melawan musuh, wajar jika kemampuan bela diri tangan kosong harus dikuasai. Kemudian terjun payung free fall, terjun static, display drum band Karbol Akademi TNI-AU, tembak reaksi, demo anti teror Den Bravo 90 Paskhas, dynamic show helicopter EC-120B Colibri Skadron Udara 7.

Sementara mereka berlaga, 66 peterjun tempur dari Korps Baret Jingga itu sudah berada di dalam lambung C-130 Hercules di udara. Mereka terjun bebas memakai payung berkualifikasi khusus, membentuk formasi, dan mendarat satu demi satu. Beberapa di antara mereka akan membentangkan bendera-bendera raksasa lambang berbagai komando utama TNI-AU dan Swa Bhuwana Paksa, lambang TNI-AU.

Di sisi lain Terminal Haji, bagian dari Lanud Halim Perdanakusuma yang akan menjadi area persiapan pesawat terbang, beberapa pesawat Cessna T-41D Akademi TNI-AU dan pesawat-pesawat ringan Federasi Aero Sport Indonesia lepas landas menarik banner-banner terkait HUT ke-66 TNI-AU.

Itu baru awal dari rangkaian demonstrasi udara. Berlanjut dengan terbang lintas (fly pass) tiga Boeing B-737-200/400Surveillance dari Skuadron Udara 5, dua pesawat F-5E/FTiger II dari Skuadron Udara 14, dan dua F-16A/B Blok 15 Skuadron Udara 3. Mereka akan datang dari udara, dari arah depan panggung utama dalam ketinggian rendah.

Setelah itu unjuk kemampuan aerobatik oleh para Jupiter. Nama kelompok itu Jupiter Aerobatic Team, memakai KT-1B Wong Bee buatan Korea Selatan. Warna merah-putih dalam pola semburat panah di Wong Bee itu dirancang Marsda TNI (Pur) F. Djoko Poerwoko, yang wafat saat melakukan kunjungan ke Brazil tanggal 9 Agustus 2011 silam. Bisa dikatakan ini sumbangsih terakhir Beliau kepada almamaternya, TNI-AU.

Diamond, Cuban Eight, Arrow Head, Bomb Burst, dan beberapa yang lain akan menjadi menu pokok enam Wong Bee itu. Di darat, narator yang juga seorang Jupiter, akan membacakan urutan manuver serta makna dan aspek teknis lain kepada hadirin.

Karena dikatakan bahwa manuver udara yang diperagakan adalah manuver operasi militer, maka akan ada pula pengeboman ketinggian rendah oleh satu F-5E/F Tiger II dan dua Hawk 109/209 dari Skuadron Udara 12. Dilanjutkan terbang intai strategis dalam ketinggian yang bisa diikuti mata dari satu CN-235 MPA Skuadron Udara 2 dan dua C-212 Aviocar Skuadron Udara 4.

Dalam penerbangan militer, teknik eject (menyelamatkan diri dengan kursi lontar) dari wahana terbang adalah satu hal yang juga harus dikuasai penerbang tempur, yang akan diperagakan oleh penerbang dari Skuadron Udara 2 memakai satu CN-235. Juga teknik rappeling anggota Korps Baret Jingga dari dalam tiga helikopter NAS-332/330 Skadron Udara 8 untuk operasi SAR tempur.

Yang lebih menegangkan adalah aplikasi taktik serangan udara langsung ke darat oleh empat F-16A/B Fighting Falcon. Para Dragon (callsign penerbangnya) dari Skuadron Udara 3 akan menunjukkan bagaimana pesawat tempur memusnahkan sasaran di darat. Kecepatan, ketepatan, dan rancangan serbuan dengan berbagai varian harus dilakukan dalam waktu yang rapat oleh Dragons itu.

Jangan lewatkan juga atraksi khusus dari Sukhoi Su-27/30 Flanker dari Skuadron Udara 11. Pesawat tempur generasi keempat itu memang belum sempurna sistem kesenjataannya, namun dalam waktu tidak lama lagi akan bisa menciutkan nyali pihak-pihak yang ingin mengail kesempatan di wilayah udara Tanah Air.

Dua Su-27 dan satu Su-30 MKI akan melakukan air refueling (pengisian ulang bahan baker) di udara. Mereka akan “menyusu” dari tanker udara C-130 Hercules Skadron Udara 32 yang sejak awal keluar dari pabrik telah didedikasikan menjadi pesawat tanker. Dua selang dan boom khusus akan dijulurkan, masing-masing dari sayap kiri dan kanan.

Kedua boom itu akan menempel dengan nozzle dari sisi kiri para Sukhoi yang mampu terbang tanpa mengeluarkanair brake di punggungnya, dalam kecepatan cuma 120 knot (sekitar 216 kilometer) perjam tanpa kehilangan daya angkat alias stall.

Ini kemampuan yang istimewa untuk pesawat tempur sekelas Flanker dan berguna sekali dalam manuver tempur tertentu. Pilot-pilotnya yang ber-callsign Thunder harus benar-benar menguasai kekuatan dua mesin dan struktur pesawat tempur itu agar misi bisa dilakukan secara sempurna.

Secara singkat, atraksi-atraksi udara itu akan membuat mata dan telinga hadirin tetap setia menatap angkasa. Menunggu-nunggu dengan penuh antusiasme, apalagi kejutan dari para awak TNI-AU setelah ini … (BBM Group)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s