Rendah Hati

Front of the Quran

Image via Wikipedia

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian rendah hati hingga tidak ada seorang pun yang berbuat jahat atas yang lain dan tidak berbangga satu orang atas yang lain.” (HR Abu Daud).

Rendah hati adalah mahkota orang-orang saleh, hiasan diri kaum mukmin sejati. Rendah hati adalah obat yang menyembuhkan kesombongan dan mematikan keangkuhan, mengerdilkan ketakaburan. Tak banyak orang yang mampu berlaku rendah hati karena ia memang sifat mulia yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang mulia, ia sikap terhormat yang hanya pantas disandang pada pundak orang-orang terhormat pula.

Dalam kerendahhatian itu terdapat kekuatan jiwa, karena pemilik dan pelakunya senantiasa mampu menjadikan hati dan pikirannya sebagai pengendali nafsu. Tak ada yang bisa didapatkan dari orang yang tidak rendah hati, kecuali yang bersangkutan akan dengan mudah menonjolkan kesombongan, memamerkan keangkuhan, menyematkan kecongkakan. Aura iblis dengan kentara dalam sikap dan perilakunya.

Dalam Alquran, Allah SWT berkali-kali mengingatkan umat manusia untuk tidak menyombongkan dirinya. Sebab, perbuatan sombong dan angkuh (tidak rendah hati), akan mencelakakan dirinya sendiri. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman [31]: 18).

Kesombongan itu biasanya muncul dari berpikir komparatif negatif dengan orang lain. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Iblis yang mendapat laknat Allah, karena dia melakukan komparasi negatif tentang dirinya dengan Nabi Adam. Dengan beranggapan bahwa dirinya yang diciptakan dari api jauh lebih baik dari Adam yang Allah ciptakan dari tanah liat. Komparasi ini merusak paradigma seseorang  karena dia akan menganggap dirinya lebih dari orang lain, merasa lebih utama dari yang lain, merasa lebih afdal dari sesamanya.

Allah memberikan jaminan kepada orang-orang yang rendah hati untuk mengangkat derajatnya, meneguhkan posisinya, meningkatkan kedudukannya. Ini semua tak lebih karena dalam rendah hati itu ada kasih yang bergelora pada orang lain, ada cinta yang membahana pada mereka sehingga dia beranggapan bahwa tidaklah pantas dirinya menganggap orang lain lebih tidak berharga, lebih rendah, dan tak bermakna.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada dalam tawadhu itu kecuali akan mengangkat derajat seorang hamba. Maka, rendah hatilah niscaya Allah akan mengangkat derajat kalian.” (HR Ad-Dailami). “Barang siapa rendah hati karena Allah, Allah akan angkat (kedudukannya).” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Dan, Allah tentu akan memperlakukan orang yang berlaku sebaliknya, yang sombong akan Allah rendahkan derajatnya sebagaimana yang menimpa iblis yang durhaka pada Tuhannya. “Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam’, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah’?” (QS Al-Isra [17]: 61). Lihat juga dalam surah al-Baqarah [2] ayat 34. Oleh karena itu, jadilah pribadi rendah hati agar hidup lebih berarti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s