Geblek: Nenek 60 Tahun Dipenjara

 

photo: liputan6.com

 

Satu lagi ketidakadilan yang di putuskan di pengadilan. Nenek 60 tahun kok dimasukin penjara. Ini yang geblek yang ngaduin kasusnya, apa penyidiknya, apa jaksanya, apa hakimnya?

Seperti dilaporkan oleh Liputan6.com bahwa di Tangerang: Seorang nenek berusia 60 tahun mendekam di sel Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten, gara-gara dituduh mencuri sup buntut serta enam piring milik majikannya. Penahanan itu sendiri sudah berlangsung sejak dua bulan lalu.

Sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Tangerang, alasan penahanan nenek bernama Rasminah itu tergolong sepele. Namun, polisi berdalih, proses penahanan sudah sesuai prosedur. Barang buktinya juga sudah cukup.

Berbeda dengan polisi, Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Patrialis Akbar justru menyesalkan penahanan tersebut. “Masa curi enam piring, orang ditahan. Nenek. Toh kan bisa dijamin mereka nggak akan ke mana-mana?,” ujar Patrialis saat ditemui di tengah-tengah kegiatannya, Senin (11/11).

Guna melihat dari langsung kondisi keseharian Rasminah, Tim Liputan 6 SCTV menyusuri jalan menuju kediamannya. Sebuah rumah kontrakan di Gang Damai, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan. Di rumah itulah Rasminah pernah tinggal bersama anak semata wayangnya, Astuti. Namun rumah itu telah kosong.

Astuti kini sebatang kara ditampung di rumah teman ibunya. Sementara sang ibu mendekam di bui. Bagaimana tanggapan mantan majikan Rasminah yang telah melaporkan pencurian tersebut ke polisi? Sejauh ini belum ada yang bersedia memberi penjelasan. Yang pasti, kalangan tetangga menaruh iba terhadap Rasminah.(OMI/YUS)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Update: Ternyata nenek tersebut dipenjarakan ama anak Sukarno.

Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri yang diberitakan telah memenjarakan seorang nenek yang bekerja sebagai pembantu rumah tangganya mengaku anak tunggal dari istri keempat Presiden pertama Republik Indonesia (RI) Soekarno.

Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri menceritakan bahwa Ayahnya menikah dengan ibunya yang bernama Maharani Misma Susanna Siregar pada 18 September 1958 di Istana Merdeka.

Dua tahun kemudian, ia dilahirkan di Istana Merdeka pada tanggal 18 September 1960. Dan pada tahun 1962 dia tinggal di rumah kakeknya yang bernama Hasan Basyri Siregar di Menteng.

“Kalau publik mempertanyakan kebenaran saya sebagai anak kandung Soekarno dan sejarah tidak mencatat ibu saya istri keempat bung Karno, saya tidak mau mempersoalkan itu, karena karir yang saya emban selama ini, saya tidak pernah menjual nama ayah saya kepada pihak manapun,” tegas wanita yang disapa Bunda Aisyah ini.

Lanjut Aisyah, ibunya adalah seorang pejuang veteran RI yang dinikahi oleh Soekarno, setelah sebelumnya beliau menikah dengan Naoko Nemoto gadis asal Tokyo (Jepang), yang kemudian berganti nama dengan Ratna Sari Dewi Soekarno.

“Ayah saya menikahi Ibu saya setelah istri ketiga Ayah saya yang berasal dari Jepang itu,” kata dia. (Rakyat Merdeka)

Masak seorang anak Sukarno memenjarakan seorang nenek hanya krn piring dan sop buntutnya dicuri?? Gak malu tuh ngaku anak Soekarno yang Bapak Bangsa Indonesia????

Rasminah Binti Rawan (60), seorang pembantu panggilan yang telah mendekam selama tiga bulan di sel Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang gara-gara dituduh mencuri enam buah piring majikannya, Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri. Selai itu, ia juga dituduh mencuri satu mangkok sop buntut yang disimpan di dalam kulkas.

Siti Aisyah Margarose Soekarno Putri yang merupakan anak kandung dari Presiden pertama RI Soekarno keukeuh untuk memenjarakan pembantunya karena mencuri makanan kesukaannya yang disimpan di dalam kulkas.

Menurut keterangan dari Kapolsek Ciputat AKP Ngisa Asngari mengatakan, pihaknya sudah berupaya agar kasus ini tidak perlu dilanjutkan karena kondisi Rasminah sudah tua renta.

Lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan karena masalah ini hanya terjadi salah paham. Namun, Siti Aisyah tetap ingin melanjutkan perkara ini hingga ke pengadilan.

“Saya sudah meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan saja, namun pelapor minta diselesaikan sampai ke pengadilan,” jelas Ngisa kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (11/1).

Ngisa menambahkan, upaya damai yang telah ditawarkan kepada pelapor untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dibantah secara mentah, yang sangat disesalkan perbuatan dari Rasminah, menurut Ngisa dari hasil laporan korban adalah sop buntut kesukaannya juga turut dicuri oleh Rasminah.

“Korban kesal karena sop buntutnya pun juga dicuri oleh Rasminah,” kata Ngisa. (Rakyat Merdeka)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s