Ramadhan Bergegas Pergi

Ada tulisan bagus banget:

Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang … Menangislah, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Jika itu adalah ungkapan penyesalan bahwa Ramadhan sudah akan bergegas pergi, tinggal menghitung hari,

Tapi rasanya baru kemarin saya bertekad untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lail, iya baru kemarin.

Menangislah karena ALLAH tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan apakah saya masih diikutsertakan pada Ramadhan tahun depan atau telah tertidur dibawah tumpukan tanah, sedangkan Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa hari saja, tersadar bahwa Ramadhan kali ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang. Biar butir bening itu jadi saksi penyesalan.

Menangislah, lebih keras untuk dosa-dosa yang mungkin belum diampuni, tapi saya masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali saya sholat taubat? tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang saya buat? Menangislah, Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tarawih, sedekah, tilawah Qur’an, qiyamul lail, i’tikaf sudah tak mungkin banyak lagi. Tahu-tahu sudah tiga hari terakhir dan saya masih juga belum siap ditinggalkan Ramadhan.

Ramadhan hendak bergegas pergi, dan saya masih saja belum banyak berbuat…

Selanjutnya silahkan dilihat di:
http://rinduku.wordpress.com/2010/09/07/ramadhan-bergegas-pergi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s