Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Orangtua

Melibatkan anak dalam penyelesaikan pekerjaan orangtua bisa memberi pengaruh yang positif kepada anak. Selain memberikan pengalaman yang berharga bagi anak, tugas dari orangtua itu juga bisa membangkitkan rasa percaya dirinya. Kebiasaan mengajak anak dalam pekerjaan-pekerjaan orangtua sering dilakukan Rasulullah Saw.

Tsabit al-Banni mengisahkan, suatu hari ia pernah berada di rumah Rasulullah Saw untuk membantu beliau menyelesaikan suatu pekerjaan. Setelah Tsabit merasa tugas-tugas yang diberikan kepadanya selesai dikerjakan, ia keluar untuk bermain bersama anak-anak lain.

Tak seberapa lama Rasulullah Saw datang dan mengucap salam kepada seluruh anak yang sedang bermain dan kemudian memanggil Tsabit. Beliau mengutus Tsabit ke suatu tempat untuk keperluan tertentu. Setelah itu, Rasulullah Saw duduk untuk menunggu hingga Tsabit menyelesaikan tugasnya.

”˜Abdullah bin ”˜Abbas juga pernah mendapat tugas dari Rasulullah Saw. Suatu ketika ia sedang bermain bersama teman-temannya. Kemudian Rasulullah Saw datang, beliau menepuk bahu ”˜Abbas dan berkata, “Pergilah ke rumah Mu’awiyah dan minta ia ke mari menemuiku.” ”˜Abbas pun berangkat melaksanakan tugas Rasulullah.

Ternyata, sampai di tempat yang dituju, ”˜Abbas mendapati Mu’awiyah sedang makan dan ia tak bersedia datang menemui Rasulullah Saw.

”˜Abbas menyampaikan hal itu kepada Rasulullah Saw, beliau kemudian berkata, “Kembalilah ke rumah Mu’awiyah lagi dan minta ia datang ke mari.” Untuk kedua kalinya ”˜Abbas pergi ke rumah Mu’awiyah.
Namun, Mu’awiyah masih belum selesai makan. ”˜Abbas menyampaikan kembali kepada Rasulullah Saw. Beliau kemudian bersabda, “Semoga Allah tak mengenyangkan perutnya [Mu’awiyah].”

Orangtua juga harus bijak. Setelah sang anak selesai melaksanakan tugas, orangtua hendaknya memberi imbalan yang baik kepada anaknya.

Rasulullah Saw menganjurkan orangtua untuk mendoakan anaknya sebagai imbalan bantuan yang telah diberikan. Rasulullah pernah berdoa untuk ”˜Ibnu Abbas karena telah menyiapkan air wudhu beliau. Beliau berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah ia anak yang pintar dalam ilmu agama dan ajarkanlah padanya takwil.” « [imam]

Sumber: Mendidik Anak Bersama Rasulullah – Muhammad Nur Abdul Hafizh (dari aplikasi @temanibadah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s