Semakin Keterlaluan

Mengulang kejadian tgl 6 Mei 2010, kali ini temen saya kembali “berantem” dengan “istrinya”.

Seperti biasa, setiap kali istrinya mengeluarkan kata-kata kasar dan makian, anjing, babi, bangsat, bukan manusia, goblog, bego, dan masih banyak lagi. Kata-kata yang sungguh tidak pantas keluar dari mulut seorang ibu. Temen saya selalu tidak tahan. Maka dia gampar bibir istrinya yang kotor itu.

Dan seperti biasa juga, sang istri jagoan, merasa top membalas memukul, tapi selalu saja yang ia pukul daerah-daerah yang mematikan. Mata kanan, merah, bengkak, berdarah. Muka sebelah kiri penuh cakaran. Tidak ketinggalan, (maaf) kemaluan dibetot dan ditendang.

Teguran/tamparan suami (temen saya itu) yang sesungguhnya adalah mengingatkan agar berlaku sopan dan menghormati suami, tidak mengeluarkan kata-kata kotor, dianggapnya sebagai tantangan untuk berkelahi.

Ya, istrinya rupanya menginginkan kematian suaminya atau cacad seumur hidup. Udah gitu istri mengancam mengadukan suaminya untuk kasus KDRT ke polisi. Suaminya berpikir, silahkan saja, yang ada entar malah kebalikanya, istri yang melakukan KDRT terhadap suami.

Silahkan masukin suami kepenjara, gugat cerai, cari makan sendiri biar semuanya selesai dan lega.

Astaghfirullah, kataku lirih ……..

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s