Ini adalah penjelasan resmi dari TMC Polda Metro:

Mengenai beredarnya fenomena di SMS 1717 maupun Website TMC tentang Polisi menolak memberikan slip biru terhadap pelanggar. Agar diketahui dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 penggunaan blanko biru bisa dilakukan.

Jika pelanggar meminta blanko biru maka pelanggar tidak perlu lagi mengikuti sidang di pengadilan, bisa membayar langsung di Bank BRI, namun Slip warna Biru ini dikenai denda Maksimal (sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009).

Hal ini disebabkan agar pelanggar memiliki efek jera untuk tidak melakukan pelanggaran lagi.

Contoh : Tidak memiliki SIM
Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1).  Denda Maksimal : Rp 1.000.000

Ket: Dengan Blanko Tilang warna biru melanggar pasal ini, pelanggar diwajibkan untuk membayar denda maksimal yaitu Rp 1.000.000
Hal ini berbeda jika pelanggar ditilang menggunakan Blanko warna merah, karena denda untuk Blanko warna merah ditentukan berdasarkan keputusan Hakim Pengadilan.

Dengan klarifikasi ini memungkinkan pelanggar lalu lintas yang ditilang polisi dapat meminta kepada petugas dilapangan untuk ditilang dengan menggunakan blanko warna biru atau bisa juga blanko warna merah .

Perihal Petugas kami yang melakukan pelanggaran mohon diinformasikan kepada kami identitasnya. Karena selama ini upaya – upaya pembinaan perilaku petugas sudah rutin dilakukan sehingga apabila ada yang melakukan pelanggaran, Institusi akan tegas memberikan sanksi. Dan dalam rangka upaya membangun postur polri yang bersih dan akuntable kami mohon tidak memberikan sesuatu dalam belum bentuk apapun ( Uang / Barang) terhadap petugas, apabila melakukan pelanggaran lalu lintas silahkan tidak mengambil jalan pintas dengan memberikan uang/ barang.

(TMC Polda Metro on facebook)
About these ads