Amanah Untuk Para Pemimpin Pertiwi

Petinggi Negara telah terbentuk sempurna. Orang-orang penting mulai dari Presiden, Wakil Presiden dan para menteri  serta anggota lembaga tinggi negera telah terbentuk. Amanah telah diberikan kepada mereka. Arah bangsa ini ada di tangan mereka. Kita hanya bisa berharap semoga para pemimpin negeri ini memang orang-orang yang amanah.

Abi Dzar bertanya kepada Rasulullah, ”Wahai Rasulullah, maukah engkau mengangkat aku jadi pegawai?” Lalu Rasulullah SAW menepukkan tangannya ke atas kedua bahuku, kemudian bersabda, ”Wahai Abu Dzar, engkau orang yang lemah, sedangkan tugas itu adalah amanah dan kelak pada hari kiamat akan merupakan penyesalan dan kesedihan, kecuali hanya orang-orang yang berhak menerimanya dan menunaikan amanah itu dengan semestinya.” (HR Muslim).

Amanah merupakan refleksi dari akhlak mulia, dan merupakan pakaian sehari-hari orang beriman. Setiap orang yang amanah menjadikan dirinya tenang dan membuat orang lain aman dan nyaman bila berurusan dengannya.Demikian pula setiap pemimpin yang amanah, akan membawa masyarakatnya kepada jalan yang baik dan benar. Dengan demikian, amanah juga merupakan sesuatu yang disanggupi untuk dilaksanakan.

Ali bin Ibrahim ketika menafsirkan makna amanah, dia berkata, amanah itu adalah <I>imamah , perintah, dan larangan. ”Dan karenanya, laksanakanlah amanah dengan sebaik-baiknya,” demikian pesan Ali.”Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS An Nahl [16] : 91).

Kata amanah, memiliki kedekatan makna dengan kata amana . Bila amana berarti beriman, percaya, lawannya adalah kafir (menolak, membangkang). Sedangkan amanah bermakna wadi’ (titipan), dengan lawan katanya adalah khianat.

Dengan demikian, amanah adalah melaksanakan semua ketentuan, baik itu perintah dan larangan, sesuai ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Tegasnya, menunaikan amanah merupakan kata kunci dalam memahami fungsi dan misi manusia di muka bumi.

Pada saat banyaknya bencana melanda negeri ini, para wakil rakyat telah memanjatkan sumpah jabatan untuk masa lima tahun yang akan datang. Begitu pula presiden beserta jajaran menterinya, pun akan mengambil sumpah setia dalam mengemban amanah rakyat dan Allah SWT.Di atas kitab suci, sesuai dengan agama yang dianutnya, mereka berjanji akan benar-benar membawa hati nurani rakyat, dan menunaikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Semoga saja para pemimpin negeri ini adalah orang-orang pilihan yang berhak menerima amanah (QS An-Nisaa [4]: 58), dan tentunya, para pemegang amanah itu tidak mengkhianati amanah. Bila saja setiap amanah disia-siakan ( idza dhi’atil amanah ) dan tidak lagi dijaga sesuai syariat-Nya, maka tunggulah kehancurannya ( fantadziris sa’ah ). Rasulullah SWT menerangkan bahwa amanah itu dapat mendatangkan rezeki, sedangkan khianat mendatangkan kemiskinan (HR Dailami).  republika online

Advertisements

One comment

  1. Bagaimana jika semua Gubernur dan Wakil Gubernur se Indonesia melakukan hal serupa? Lebih gawat lagi jika para Bupati dan Waklinya dan Para Walikota dan Wakilnya juga berketatapan hati untuk memberi ucapan selamat serupa. Pak Camat? Tentu, yang namanya aksi mendekatkan diri ke puncak kekuasaan adalah sesuatu yang teramat penting dalam dunia birokrasi. Mereka juga itentu ngin tak ketinggalan. Jika hal-hal seperti ini dianggap sebagai tugas penting dalam missi sebuah pemerintahan di berbagai level, maka jadilah negeri “ucapan selamat” yang rendah kepedulian terhadap rakyat.

    Menjadi terkesan sangat naif. Mengatas namakan pemerintahan dan seluruh rakyat, memberi ucapan selamat dengan menggunakan anggaran besar. Apa pula untungnya?

    Barangkali patutlah disarankan agar Pemerintah membuat aturan yang membatasi secara tegas tindak kesewenang-wenangan menggunakan jabatan untuk urusan di luar kepentingan kemaslahatan negara dan bangsa. Atau sesungguhnya peraturan ada tetapi kalah oleh budaya hipokrit seperti ini?

    Pemerintah: Jalan Pikiran dan Kepeduliannya.

    http://nbasis.wordpress.com/2009/11/02/pemerintah-jalan-pikiran-dan-kepeduliannya/

    jwb: terima kasih atas konjungan dan komentarnya. Tulisan-tulisan Anda bagus dan sanget menggigit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s