Ilmu Ikhlas

Sepulang dari menguburkan jenazah Ali ra, Hasan dan Husein mendengar suara rintih dan sedih. Ternyata seorang kakek tua yang buta tersungkur di tanah karena sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk berjalan. Ia terus menangis.

Hasan dan Husein pun menghampirinya dan berkata, ”Wahai kakek, menapa Anda begitu sedih?”

Sang kakek berkata, ”Wahai tuan! Engkau lihat bahwa aku ini buta dan sudah tua renta, aku juga tidak punya siapa-siapa untuk aku mintai pertolongan.”

Hasan berkata, ”Sampai saat ini apa yang terjadi dan bagaimana engkau bisa bertahan?”

Sang kakek berkata, ”Wahai tuan! Dulu di kota ini ada seorang laki-laki agung yang selalu mendatangiku dan memberiku makanan, akan tetapi tiga hari ini ia tidak pernah datang lagi menemuiku.”


Hasan berkata, ”Sampai saat ini apakah engkau tidak menanyakan siapa dia?” Sang kakek berkata, ”Aku berkali-kali menanyakan nama kepadanya, akan tetapi ia selalu berkata, ”Aku adalah hamba Allah.”

Ketika mendengar ucapan kakek tua itu, Hasan dan Husein tak kuasa menahan tangis. Hasan berkata, ”Wahai kakek! Apakah Anda tahu siapa dia?”
”Tidak!” Kata sang kekek.

Hasan berkata, ”Ia adalah ayah kami. Kami Hasan dan ini adikku Husein, cucu Nabi SAW. Dan lelaki agung tersebut adalah Ali ra pemimpin kaum Muslimin.”

Sang kakek pun berseru dengan keras. ”Subhanallah! Lantas ke manakah ia, kenapa sekarang ia tidak pernah datang lagi?”

”Wahai kakek! Seseorang telah menikam ayahku hingga beliau wafat. Hari ini kami menguburkannya.”

Kakek tua itu tidak lagi kuat menahan dirinya, ia menangis dan merangkul Hasan dan Husein dan berkata, ”Demi kakek kalian, bawalah aku ke kuburnya.”

Hasan dan Husein serta rombongan pun kembali ke kubur Amirul Mukminin dengan membawa sang kakek tua. Sesampai di sana, kakek tua itu langsung bersungkur dan meletakkan mukanya di tanah.

Ia pun bergumam, ”Wahai Tuhan! Aku bersumpah demi maqam dan kesucian Amirul Mukminin ra, matikanlah aku di tempat ini. Setelah sepeninggalnya aku tidak mau hidup walau sesaat.”

Kakek tua itu terus menangis dan berdoa kepada Allah agar nyawanya dicabut. Hasan dan Husein mendengar suara tersebut yang semakin lama semakin pelan sampai akhirnya tubuhnya jatuh ke tanah.

Sang kakek mengucapkan Labbaik sebagai kata terakhirnya. Ia pun menyusul Ali menuju yang Mahahaq. Hasan dan Husein memandikan, mengafani, dan menguburkan jasadnya di samping kubur Ali ra. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjadi orang ikhlas dalam setiap amal ibadah.

Bahron Anshori - Republika Online 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s