Artis Anggota DPR 2009

Inilah daftar artis yang terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Apa harapan Anda kepada mereka? Kira-kira bagaimana peran mereka?

  1. Tere alias Theresia EE Pardede (Demokrat, Jabar II)
  2. Ingrid Maria Palupi Kansil (Demokrat, Jabar IV)
  3. CP Samiadji ”Adji” Massaid (Demokrat, Jatim II)
  4. Venna Melinda (Demokrat, Jatim VI)
  5. Komar alias Nurul Qomar (Demokrat, Jabar VIII)
  6. Angelina Sondakh (Demokrat, Jateng VI)
  7. Ruhut Sitompul (Partai Demokrat – Dapil 3 Sumatera Utara). – yang ini gak tau deh, masuk golongan artis apa pengacara
  8. Tantowi Yahya (Golkar, Sumsel II)
  9. Nurul Arifin (Golkar, Jabar VII)
  10. Tetty Kadi Bawono (Golkar, Jabar VIII)
  11. Rieke Diah Pitaloka (PDI-P, Jabar II)
  12. M Guruh Irianto Sukarno Putra (PDI-P, Jatim I)
  13. Miing Bagito alias TB Dedi Suwendi Gumelar (PDI-P, Banten I)
  14. Eko ”Patrio” Hendro Purnomo (PAN, Jatim VIII)
  15. Primus Yustisio (PAN, Jabar IX)
  16. Jamal Mirdad (Partai Gerindra, Dapil Jateng I)
  17. Rachel Mariam Sayidina (Gerindra, Jabar II).
  18. Okky Asokawati PPP – (Dapil 2 DKI Jakarta)

(sumber: KPU, karikatur: iwaniwe.com)

One comment

  1. Di antara para artis itu ada Ikang Fauzi. Ada Primus, Ada Eko Patrio. Ada Nurul Arifin. Ada “Oneng” Diah Pitaloka. Mandra dan Qomar bukanlah orang-orang bodoh, hanya saja mungkin selalu harus memerankan seperti orang-orang kelimpungan sesuai scenario lawakan yang mereka ciptakan. Dedi “Miing” Gumelar itu pastilah orang pintar. Begitu mampu meramu informasi politik yang amat samar sekalipun menjadi kritik yang mencecar lewat guyon. Mereka bukan orang-orang sembarangan. Jiwanya mandiri, ethos kerjanya tinggi, dan pantang menyerah. Hanya saja jika akan dipaksa membuat makalah berstandar diktat konvensional seperti mahasiswa semester 3 di kampus, mungkin saja mereka akan kewalahan. Tetapi mereka tidak harus mengetik sendiri buah pikiran mereka, karena presiden dimana-mana pun hanya mengendalikan orang lain untuk menggenggam kekuasaan, tidak mengetik sendiri setiap naskah yang hendak ditandatanganinya menjadi hukum.

    Hal yang patut diwanti-wanti dari mereka ini ialah bagaimana jika iklim Senayan menulari mereka dan mengotori watak mereka yang bersih? Ini sebuah masalah besar.

    Sebelum mereka jenius Rano Karno dan Marissa Haque sudah pernah menjajal dunia politik yang amat liar itu. Marissa Haque ternyata melawan ketika merasa dizholimi oleh elit partainya. Kini mungkin sudah saatnya mengevaluasi Rano Karno yang sudah menjadi Wakil Kepala Daerah, lalu pada gilirannya Dede Yusuf. Bukankah Sophan Sophiaan telah lebih dari cukup membuktikan bahwa idealisme tetap menjadi nomor satu walau apa pun taruhannya?

    Memang kejadian serupa bukanlah fenomena khas Indonesia. Sebuah Negara paling kuat di muka bumi ini pun (Amerika) pernah dipimpin oleh seorang aktor (Ronald Reagen) dan suksesinya tidak seburuk yang kita alami di Indonesia.

    Saya juga pernah mendengar keluhan yang dikemukakan dengan cara yang amat halus. “Jika pelawak sudah masuk ke DPR, maka itu tanda-tanda kehancuran sebuah negara“. Boleh jadi ya. Tetapi itu bukan kesalahan para artis dan pelawak itu. Bahkan kehadiran mereka mestinyalah sebuah teguran yang dahsyat. Coba dibayangkan mereka serentak berkata “jika semua urusan yang amat rumit ini segera beres, kami pun akan secepat itu kembali ke habitat kami. Kami muak dengan kalian semua”.

    http://nbasis.wordpress.com/2009/05/19/para-artis-masuk-senayan/

    jwb: wah, tulisan Anda bagus banget. Terus berkarya, salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s