Mukjizat Allah di Malam Idul Fitri

Malam takbiran ini Jakarta dan sekitarnya disiram gerimis. Buat yang punya rencana hura-hura dimalam takbiran pasti sudah mengeluh “yah, ….. ujan” Tapi buat yang ingin takbiran mengagungkan asma Allah di masjid-masjid, musholla, surau, justru menambah ke khusukan bertakbir dan tahmid.

Tapi bagi saya ini adalah mukjizat Allah, setelah berhari-hari cuaca di Jakarta dan sekitarnya terasa sangat panas, tiba-tiba disejukkan dengan gerimis.

Alhasil, buat yang hendak bertakbir keliling, berkendaraan maupun jalan kaki dengan obor di tangan keliling kampung (seperti yang selalu saya jalani setiap tahun ketika saya di kampung halaman, masih anak-anak, hingga usia SMP), jalanan menjadi sejuk dan tidak berdebu. Adem.

Buat yang akan melaksanakan sholat Ied di lapangan esok hari, lapanganpun menjadi tidak berdebu, sejuk. Saya sendiri lebih suka melaksanakan sholat Ied di lapangan (kalo tidak hujan).

Saya sendiri, selepas berbuka puasa harus mengantar “hantaran” (ketupat, opor, sambal goreng, krupuk dan kelangkapannya) kepada beberapa kerabat. Ya, sekedar tradisi keluarga, tradisi dari kampung yang saya teruskan hingga sekarang.

Jama’ah isya di masjid, takbiran sebentar, pulang makan malam, terus “berlebaran dengan blog” sebentar. Sudah beberapa tahun saya tidak mudik ke kampung halaman. Dari pada “melo” mending ngeblog sebentar sekedar menghibur diri.

Bagaimana dengan malam takbiran Anda?

Foto: Darwis Fadhli/fotografer.net dari detik.com

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s