Acara TV Bulan Ramadhan

Bukannya saya sok suci atau sok jadi a good moslem, saya juga sholatnya kadang masih bolong-bolong, mungkin wudhunya juga belum bener, tapi melihat acara tv menjelang sahur selama Ramadhan ini kok jadi gimana gitu lho.

Bulan Ramadhan kok tv acaranya dagelan melulu menjelang sahur, gak ada yang laen apa? Kok Indonesia yang katanya negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia kok begini cara menyambut Ramadhan. Memang sih kalo gak suka ya tinggal matiin tv aja, atau pilih channel lain tapi masak gak ada petinggi tv-tv itu yang orang Islam? Bahkan kata MUI:

Tayangan Televisi Tak Sesuai Spirit Ramadhan

Berdasarkan hasil pantauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), ditemukan banyak tayangan Ramadhan yang terindikasi tidak relevan dengan spirit Ramadhan. Meskipun menggunakan nama yang bertalian dengan Ramadhan, muatannya kurang sejalan dengan nilai Islam.

“Bulan suci Ramadhan adalah tambang penghasilan sehingga orang yang tidak tahu mengambil kesimpulan, dapat menayangkan tanpa menggunakan pakem siaran yang ada,” ujar Sekretaris Umum MUI Ikhwan Syam dalam konferensi pers “Hasil Pantauan MUI terhadap Tayangan Televisi pada Pekan Pertama Ramadhan”, di Gedung MUI, Kamis (3/9).

Ia mengatakan, ciri umum ketidaksesuaian dengan spirit Ramadhan adalah banyaknya dialog dan adegan yang saling merendahkan, melecehkan, serta makian kasar. Kesemua hal tersebut paling banyak terjadi pada acara komedi yang ditayangkan secara langsung.

Selain itu, spirit Ramadhan hanya diserap sebagian program dan hanya sekadar aspek simboliknya. Bahkan bukan simbol Islam, tapi simbol budaya Arab, seperti unta, aksen bicara bergaya Arab, dan padang pasir.

Namun, tayangan-tayangan tersebut tidak mempunyai muatan edukasi berarti. Kecenderungan yang ditampilkan hanya mengedepankan hiburan lelucon yang disajikan dengan kata-kata kasar dan makian. Hampir semua program terkesan jauh dari Ramadhan.

Ikhwan menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, tayangan bulan Ramadhan seharusnya berbeda dengan bulan-bulan lainnya. “Bulan baik yang harus dijaga, dan jangan sampai membuat umat Muslim resah. Jangan pula membuat anak-anak merasa tidak ada bedanya dengan bulan biasa,” kata dia. (laporan kompas)

Nah kalo di Arab Saudi sono katanya selama Ramadhan acara tv di dominasi oleh ulama, bukan pelawak. Memang Indonesia bukan Arab Saudi dan Arab Saudi bukan Indonesia, tapi kemana yang namanya Islam?

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s