Tawakal Kepada Allah

Suatu hari ada orang kaya masuk masjid untuk melaksanakan sholat, dia termasuk orang yang saleh, lalu dia melihat seorang anak kecil yang berumur tidak lebih dari dua belas tahun sedang berdiri mengerjakan sholat dengan khusyu’, melakukan ruku’ dan sujud dengan hening dan tenang, tatkala anak itu selesai dari sholatnya mendekatlah si kaya seraya bertanya kepadanya, ”Anak siapakah kamu ?”

”Aku anak yatim, aku kehilangan ayah dan ibuku”
”Maukah kamu menjadi anakku?”
Si anak berkata,”Apakah engkau akan memberiku makanan ketika aku lapar?”
Si lelaki kaya menjawab,”Ya, Insya Alloh”

”Apakah engkau akan memberi minum ketika aku haus?”
” Ya, Insya Allah”
” Apakah engkau akan memberiku pakaian ketika aku telanjang?”
” Ya, Insya Allah”
” Apakah engkau akan menghidupkan aku tatkala aku sudah mati?”
Takjublah lelaki itu seraya berkata,’ ”Ini tidak mungkin dilakukan!”

Anak kecil itu berkata, ”Kalau begitu, tinggalkanlah aku bersama Dzat yang telah menciptakan aku, memberiku rezeki, mematikan aku kemudian menghidupkanku kembali”.

Lelaki itu berkata kepada si anak, ”Benar wahai anakku! Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah pasti Dia mencukupinya”.

(Dikutip dari: Asybaluna Al-‘Ulama, Oleh Muhammad Sulthon)

4 thoughts on “Tawakal Kepada Allah

  1. Assalamualaikum wr. wb
    saya mau tanya, bagaimana caranya menenangkan hati ketika tidak tahu kabar suami yang kerja di tempat asing. kabar terakhir, cuma “badai”

    jwb: berprasangka baik saja mungkin lebih tenang, mungkin suami sedang sibuk menyiapkan masa depan mbak anggun dan keluarga. dan berdoa.

  2. Hai..aku adlh seorang ibu yg br saja di timpa kesedihan,anak pertama ku tlh berpulang..sdh, yg tak terkira.. Tp aku percaya smua adlg takdir allah, tawakal adlh kunci nya.alhamdulillah saat ini,aku baik2 saja,mski pun rasa sdh itu tak jua hilang.

    jwb: turut berduka cita mbak Ria, mudah-2 putra mbak mendapat tempat yg layak di sisi-Nya. Amin

  3. Subhanallah..ilmu ma’rifatnya anak itu dan kecintaannya pada Allah membuat saya malu… 😦
    apa kbr mas dwi?

    jwb: sulit untuk sampai tahap itu tapi bukan tidak bisa. kabar baik ninta. ninta juga kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s