Kapan bayi siap untuk makanan tambahan?

22 05 2009

Istri Saya dan neneknya ribut mau segera memberi makanan tambahan untuk anak saya. Anak saya padahal baru berusia 3 bulan, memasuki bulan ke-empat minggu depan. Sabar bu ya… sabar …… Sabar nek ya …. sabar ….. Terus,

Kapan saatnya memberi makan tambahan untuk bayi?

Departemen Kesehatan merekomendasikan agar pemberian makanan tambahan dimulai saat bayi berusia 6 bulan dan tidak kurang dari 17 minggu.

Apakah bayi Ibu siap?

Saat bayi semakin aktif, dia mulai menggunakan energi lebih banyak. Mengangkat dadanya dari lantai, berguling atau belajar duduk, semua itu menimbulkan nafsu makan lebih besar. Yang artinya segera tiba waktunya untuk beralih dari sekedar susu.

Tanda-tanda penyapihan pemberian makanan tambahan siap dilakukan

  • Setelah minum banyak susu bayi tetap menangis atau minta susu lagi
  • Bayi Ibu tak sabar menunggu saat menyusu berikutnya, dan. mudah menjadi pemarah atau mulai menggigit-gigit tangan
  • Jika semula dia tidur sepanjang malam, sekarang dia bangun untuk minum susu.
  • Selain itu, tidur siang menjadi tak menentu – tidak nyenyak atau cepat bangun
  • Bayi Ibu terlihat tertarik melihat Ibu makan, dan mungkin mencoba menjangkau makanan yang Ibu pegang

Mungkinkah ini lonjakan pertumbuhan?

Pada umur 6 bulan, banyak bayi mengalami lonjakan pertumbuhan yang bisa membuatnya terlihat lebih lapar dari biasanya. Penting sekali untuk membedakan ini dengan tanda-tanda penyapihanpemberian makanan tambahan yang sebenarnya karena sistem pencernaannya butuh waktu untuk berkembang sebelum Ibu mengenalkan makanan padat yang sangat lembek sekalipun! Bersabarlah dan jika itu adalah lonjakan pertumbuhan, nafsu makan bayi akan cepat kembali normal. Ingat bahwa Ibu selalu dapat bertanya kepada kami atau mintalah saran kepada petugas kesehatan. (sumber: clubnutricia.co.id)

Bagaimana melatih bayi makan?

Bayi lahir dengan kemampuan menghisap dan menelan. Namun ketika tiba saatnya untuk makan makanan padat, dia harus belajar keterampilan baru. Tanyakan pada tim ahli untuk saran profesional.

Belajar makan

Saat Ibu mulai melihat tanda-tanda bahwa bayi siap untuk makan, Ibu bisa mulai melatih bayi Ibu untuk mencoba memperkenalkan makanan pendamping ASI.

Ketika bayi mulai diberikan makanan tambahan pertama kali, dia tidak tahu cara makan.Keterampilan yang dimilikinya barulah menghisap.

Jadi makan merupakanadalah keterampilan yang harus dia pelajari. Termasuk bagian ini adalah tahudidalamnya belajar cara menggerakkan mulut untuk menerima makanan dari sendok, . namun Belajar makan juga memperkuat otot mulut bayi.

Otot tersebut dan dibutuhkannya untuk menerima suapan makanan yang lebih besar nantinya, dan juga untuk berbicara.

Alternatif: Ketrampilan yang dimilikinya barulah menghisap.

Kenalkan tekstur secara bertahap – dari yang halus…

Belajar makan tampak seperti tugas yang sulit, namun sebenarnya lebih tentang mengenalkan berbagai tekstur secara bertahap. Pertama, bayi perlu membiasakan diri terhadap sensasi makanan padat dalam mulut. Belajar menggerakkan makanan dengan lidahnya dari depan ke belakang kemudian menelannya. Itulah sebabnya makanan yang halus/lumat adalah yang terbaik untuk bayi yang mulai diberi makanan tambahan.

…ke tekstur sedikit lebih padat…

Sekali bayi Ibu mampu mengatasi makanan halus atau lumat, langkah berikutnya adalah mulai belajar mengunyah. Untuk tahap ini, dia butuh makanan dengan tekstur lebih padat. Agar makanan siap ditelan, bayi perlu sedikit menggerakkan rahangnya ke atas dan ke bawah.

…ke potongan dan gumpalan …

Saat bayi Ibu mulai tertarik pada makanan yang lebih padat, inilah tandanya untuk berpindah ke langkah pemberian makanan tambahan berikutnya, yakni belajar mengunyah potongan-potongan kecil makanan.

…ke bentuk dan tekstur untuk balita

Balita Ibu butuh kesenangan dan variasi agar tetap tertarik untuk makan. Meski ia siap mengunyah bentuk dan tekstur makanan yang lebih beragam, Ibu harus memastikan bahwa menu si kecil penuh dengan nutrisi seimbang yang tepat untuknya.

Sereal untuk balita akan membantu dia tetap terhibur dan mendorongnya untuk makan sendiri. Biarkan bayi Ibu makan sendiri agar ia lebih mandiri, dan mengarahkannya selangkah lebih dekat dengan makan bersama keluarga.

Perlahan perkenalkan berbagai rasa baru

Belajar makan juga berarti mengenalkan berbagai rasa baru pada bayi. Di awal pemberian makanan tambahan, bayi harus dibiasakan dengan rasa selain rasa susu. Umumnya bayi dilahirkan dengan rasa suka pada makanan manis. Jadi, secara alami rasa manis lebih disukainya dan lebih mudah diterima oleh si kecil. Coba beragam sayuran (seperti wortel, lobak, kentang, labu, kacang polong dan ubi) serta buah-buahan (seperti pir, apel, aprikot, pisang dan mangga).

Kenalkan semuanya sebagai satu rasa untuk mengawali, sebelum pindah ke kombinasi makanan yang lebih seimbang. Penting bagi bayi belajar mengenali semua rasa. Jadi, bersabarlah dan terus mencoba mengenalkan banyak variasi makanan yang bercitarasa pada si kecil.

sumber: clubnutricia.co.id

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: