Nestapa Terus Berlanjut

Malam taditeman saya yang pernah saya ceritakan dalam Nestapa Di Balik Keringat, berkunjung kembali kerumah. Seperti biasa saya bisa menebak bahwa ia akan berkeluh kesah tentang kehidupannya. Kembali saya harus menjadi pendengar setia.

Ia sekarang sudah mempunyai seorang anak. Tapi keluhannya tetap saja tentang istrinya. Kali ini dia bilang bahwa istrinya masih terus melecehkannya.

“Lo, mau punya anak gak mau repot. Cuci tuh baju anak lo, gendhong tuh anak lo, jangan ngejedhog aja di situ!!!” dan seterusnya, dan selanjutnya.

Dalam hati saya bertanya,kalau sudah “tidak mesra” dari awal kenapa perkawinan diteruskan? kenapa punya anak segala? Ya, hanya dalam hati karena memang hanya duduk sebagai pendengar. Teman saya cuma perlu didengarkan keluhannya. Biasa sesudah dia “mengadu” dia akan merasa lega.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s