Siaga Satu

Malam ini sepi banget, eh udah pagi ternyata, udah jam 2 lebih. Saya belum bisa tidur. Saya harus menjaga matahari yang segera terbit. Di kamar terlelap bunda matahari yang sudah semakin gelisah karena “dead-line” sudah lewat namun matahari belum juga terbit.

Tadi sore periksa ke dokter, katanya kalo dalam waktu tiga hari belum juga, maka harus segera dilakukan induksi. Saya tidak tega melihat bunda matahari karena begitu mendengar kata induksi tangannya seketika berkeringat dingin. Saya mengerti dan memahami sepenuhnya kegelisahannya karena ini adalah matahari pertama yang akan diterbitkannya.

Tetaplah tenang bunda matahari, semua telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tuhan tidak akan memberikan beban dan cobaan kepada manusia kecuali bahwa manusia itu pasti kuat menerimanya,

Laa yukalifullahu nafsan illa wusaha.

Itulah yang saya yakini. Sebagai makluk lemah kita hanya bisa berdoa dan memohon.

(Sampai di sini break dulu untuk mengambil wudhu, menemui-Nya dalam tahajjud, mengiba, memeohon dan memelas kepada yang mempunyai kekuatan semesta)

4 comments

  1. Asslkm. Salam kenal,saya temuin blog ini saat searching, saya doa’in semoga bunda matahari menerbitkan mataharinya dengan lancar dan selamat, amin. Sekalian permisi mengcopy paste beberapa artikelnya ya mas…thanks.

    jawab: silahkan mas dan terima kasih atas doa an dukunganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s