“Tergencet Tanah Kuburan”

Kemarin malam saya nonton film di tv, di sebuah stasiun swasta yang jarang saya pilih channelnya. Maklum cuma ikutan yang di rumah. Yang ditonton film itu yah, ikutan aja. Ceritanya tipikal sinetron banget. Katanya Sebuah Sinema Asik dan kali ini menayangkan cerita berjudulnya Tergencet Tanah Kuburan.


Singkatnya sinema asik tersebut menceriterakan tentang seorang istri yang durhaka kepada suaminya. Karena pengin cepet kaya, dia meninggalkan kampungnya menuju Jakarta. Singkat cerita dia “terjerumus” jadi cabo, jadi pelacur, istri simpanan, sampai akhirnya menjadi kaya. Tentu saja pada awalnya sang suami tidak tau kerjaan dia yang sebenarnya. Akhir cerita sudah bisa ditebak sang suami meninggal teraniyaya dan sang istri mati terseret ke liang lahat suaminya hingga mati tergencet (tersedot) tanah kuburan.

Sepanjang perjalanan film itu isinya kejadian sedih, kata-kata kasar, umpatan, hardikan, pelecehan wanita kepada pria dan sebaliknya, premanisme, dll. Pokoknya lebih banyak menampilkan dialog-dialog negatif. Porsi cerita dan dialog positifnya “hanya” sedikit. Belajar ngaji, nasehat, contoh-contoh positif, dikit banget.

Kenapa begitu ya? Mau memberi pesan pendidikan tapi banyak sedihnya, banyak menderitanya, banyak gak enaknya dari pada enaknya.

Sorry kalau ada yang tersinggung dengan postingan ini. Saya cuma mengeluarkan uneg-uneg apa yang saya rasakan, boleh setuju boleh juga tidak. Pis man, pis ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s