Jiwa Yang Hening

ilustrasi

ilustrasi

Hening sekali malam ini. Lirih terdengar irama nafas kehidupan belahan jiwa. Ia tengah mengemban amanah yang sangat berat. Membesarkan darah daging buah kasih, berhiaskan pasang surut lautan kehidupan yang kadang nyaris menenggelamkan bahtera. Namun jika smuanya menulangsumsum bersama cinta takkan gentar hadapi badai dan perompak.

Tidurlah matahariku, aku menjagamu sepanjang malam, hingga datang saat subuh sani, saat menyapa Illahi.

One comment

  1. Salam untuk mataharinya ya mas … saya jadi ingat pacar saya yang dulu, yang sering memanggil saya dengan sebutan “matahari” kemudian dia pergi meninggalkan saya, dan sayapun berubah menjadi rembulan.

    Jwb: wadhuh jeng, doi cari apalagi? Apa yang kurang dr seorang rindu?

    Rembulan bahkan tetap indah meski sudah “diinjak” manusia bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s