Hujan di Awal Tahun

Awal tahun 2009 Jakarta diguyur hujan deras. Manusia-manusia yang sepertinya tak pernah puas menyenangkan diri sendiri kocar-kacir, kalang kabut diterpa derasnya hujan.

Tempat-tempat wisata padat, macet, ramai oleh nafsu duniawi pengunjungnya. Sementara tempat ibadah semakin sepi.

Memang memanjakan diri dengan seribu bentuk kesenangan adalah hal yang sah dan niscaya. Namun cukupkah sampai di situ?

Membuang wangi hari, menebar sia, ah rasanya merugi.

One comment

  1. kok sama ya, seharusnya pas tahun baru muharam kemarin rame tempat ibadahnya, bukan malah jadi hal yang menakutkan apalagi di jawa kayak tempat gua

    jawab: emang jawa-nya di mana vita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s