Rangkaian Dosa

Saya tak pernah habis mengerti mengapa orang yang seharusnya mendampingi saya dalam suka dan duka justru lebih sering abai dengan keniscayaan itu. Setiap saat riak kehidupan hadir, ia memilih pergi meninggalkan saya tanpa pesan dan tanpa bisa dihubungi. Masya Allah, ternyata ia lebih memilih merangkai dosa. Ya Allah Yang Maha Memberi Petunjuk tunjukkan hidayah-Mu kepada kami, agar kami tak terbawa arus hawa nafsu sehingga menutup hati, mata dan telinga dari jalan dan ridho-Mu. Amin.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s