LA Light Indie Movie 2008

Tertarik dengan Indie Movie? apa sih Indie Movie itu? mbuh ra ngerti.

Ada yang bilang bahwa film indie adalah film yg dproduksi dengan bujet kecil dan peralatan seadanya. Tapi mungkin Indie, berasal dari kata independent yang artinya mandiri. Ya, kali gampangnya film-film yang dibuat sendiri oleh kita-kita ini. Memang film indie bisa berupa film pendek dan film panjang. Terserah yang bikin. Yang jelas ketrampilan dan pengetahuan sinematografi mutlak dimiliki untuk dapat menghasilkan film indie yang berkualitas.

By the time tulisan ini dibuat, acara press screening dan press conference LA Light Indie Movie 2008 sedang berlangsung di MPX Grande, Jakarta, memasuki sesi tanya jawab dengan artis yang jadi sutradara: Wulan Guritno, Olga Lidya, Agus Ringo dan Indra Birowo.

Artis Jadi Sutradara.

Gagasan Baru yang menarik dalam LA Light Indie Movie 2008, adalah adanya program bikin film bareng artis. Program ini merupakan ajang para artis yang punya minat dan kemampuan menjadi sutradara film, untuk menunjukkan kemampuan mereka membuat mereka. Mereka adalah: Olga Lydia, Wulan Guritno, Indra Birowo dan Agus Ringgo. Selama proses produksi mereka dibantu oleh peserta terpilih dalam program magang bikin film bareng artis, sehingga para peserta tersebut dapat sekaligus belajar seluk beluk pembuatan film dan secara langsung menyaksikan para artis berkarya dalam bidang mereka. Dan dalam program ini, cerita yang difilmkan oleh para artis dipilih dari cerita finalis.

Siapa Saja Bisa Bikin Film

Sinema abad ini dengan teknologi digital, memang menjadikan siapa saja bisa membuat film. Namun, untuk menjadikan sebuah karya disebut film yang baik, maka diperlukan ketrampilan, pengetahuan, kerja keras, dan kemampuan menumbuhkan kelompok kerja dan komunitas serta kemungkinan pasar serta pemanfaatan funding dalam management yang efekstif dan efisien. Dunia sinema akan menjadi dunia yang menghasilkan apabila disertai ketrampilan yang memadahi: Ketrampilan mengelola gagasan meskipun dengan biaya terbatas. Karena keterbatasan biaya bukan berarti keterbatasan kreatifitas.

Keterbatasan menjadi Kreatifitas

Bukan hal yang berlebihan bila keterbatasan justru melahirkan kreatifitas. Era digital memungkinkan pembuat film mengerjakan project film dengan mudah dan murah. Di masa depan orang hanya butuh banyak ide, tumpukan kreatifitas, dan sedikit uang untuk membuat film. Dan inilah masa depan itu. Banyak festival di dunia saat ini banyak memberi kesempatan pada pemikiran baru, anak-anak muda dengan karya-karya yang segar untuk tampil dan dibina. Mengutip dari Garin Nugroho “Bahwa ide dan semangat saja tidak cukup, namun pemahaman terhadap faktor ketrampilan menjadi syarat penciptaan. Ketrampilan ini tidak saja menyangkut teknologi, namun cara bertutur, mengolah gagasan, bahkan juga cara mengolah kemungkinan dana secara efisien dan efektif, demikian juga kemungkinan pasar.”

Wulan Guritno
Nah, apa kata Wulan Guritno tentang film pendeknya? ada di sini.
Doi bikin pelem:

“Bidan lelaki”. Cast-nya: Gading Marten, Harris, Rini Sutiyoso, Shaloom.
Sinopsis: Pagi itu JAJAT (Gading Marten), seorang ‘bidan lelaki”, mendapat telepon dari seorang pria yang istrinya melahirkan di sebuah desa. Jajat pun pergi dengan sepedanya. Namun, di tengah perjalanan ia melihat sebuah angkot lecelakaan, ia menepikan sepedanya dan berusaha menolong supir serta para penumpang angkot naas tersebut. Budi baik ternyata tidak selalu berbalas kebaikan pula, sepeda Jajat dibawa lari seorang pria (Harris). Jajat pun langsung berusaha mengejar. Di tengah pengejarannya, lagi-lagi kejadian buruk menimpanya. Jajat tertabrak mobil! Kehilangan kesadarannya, Jajat melihat kilasan-kilasan masa lalunya hingga seorang gadis kecil bercahaya (Shaloom) menyadarkan jajat dari pingsanya. Dengan luka-luka yang ia dapatkan akibat tertabrak mobil dan tanpa sepedanya, mampukah Jajat sampai ke tempat tujuan dan menyelamatkan nyawa pasiennya? Pada akhirnya Jajat menemukan kenyataan yang tak ia duga sebelumnya.

Selamat menonton !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s