Sholat Ied 5 versi Hanya di Indonesia

Banyak hal-hal unik dan “aneh” di dunia ini yang hanya terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah perayaan Idul Fitri, khususnya tahun 2008 atau 1429 H. Beberapa daerah dan aliran merayakan Idul Fitri dan memulai Ramadhan pada tanggal yang berbeda-beda meskipun pemerintah secara resmi telah menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 1 September 2008 dan 1 Syawal (Idul Fitri) jatuh pada tanggal 1 Okotober 2008.

Di Indonesia setidak-tidaknya ada 5 versi perayaan Idul Fitri. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode penentuan tanggal. Ada yang menggunakan metode rukyat (melihat hilal/bulan), ada yang dengan hisab (perhitungan), ada yang menggunakan kalender Islam Jawa/Jawa Islam, ada yang dengan melihat tanda-tanda atau gejala-gejala alam.

Hisab adalah sebuah metode perhitungan yang diperoleh dari penalaran analitik dan empirik (rukyat). Sedangkan rukyat diartikan sebagai pengamatan sistimatik didasarkan atas metode dan data hisab yang ada. Jadi due metoda ini ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan satu sama lain, tak dapat dinafikan dan menafikan satu sama lain.

Lebaran 29 September, Senin

  • Sebuah aliran tarekat (Naqsyahbandiyah) di Padang, Berlokasi di surau Baitul Makmur dan surau Baru, Kel. Binuang Kec. Pauh, Kota Padang.

Lebaran 30 September, Selasa

  • Aliran An-Nadzir yang awalnya bernama Junduriah di Kecamatan Bonto Marannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (sekitar 15 Km dari Makassar). Jamaah ini mencapai 1000 jiwa.
  • Masyarakat Desa Maesan, Kec Mojo, Kab Kediri. Desa ini berlokasi di tepian kali Brantas. Mereka mengikuti Imam mereka yang mempunyai kalender Islam sendiri.
  • Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Lebaran 1 Oktober, Rabu

  • Lebaran resmi berdasarkan pemerintah, NU, Muhammadiyah, Persis dan mayoritas muslim di Indonesia.

Lebaran 2 Oktober, Kamis

  • Keraton Kasunanan Surakarta merayakan Idul Fitri pada Kamis 2 Oktober 2008. Penetapan ini didasarkan pada penghitungan tahun Jawa bahwa 1 Syawal 1429 jatuh pada 2 Oktober 2008. Demikian diumumkan oleh wakil Pangagengsasono Wilopo, Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Aryo Winarno Kusumo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/9). Metrotvnews.com
  • Aliran Naqshanbandiyah di Kediri Jawa Timur.

Lebaran 3 Oktober, Kamis

  • Aliran Islam Aboge di Madiun dan Probolinggo, Jawa Timur serta di Banyumas, Jawa Tengah. Alira ini selalu memulai tanggal baru setiap bulannya pada hari Rabu. Aboge maksudnya, A, Alif, yang berarti pertama, Bo, hari Rabu dan Ge yang diambil dari wage (hari dalam kalender Jawa).
  • Tarekat Satary di Padang, tanggal 3 Oktober 2008

Mungkin tulisan ini kurang informatif karena tidak menyertakan data empiris dan data kuantitatif sebagai pendukung tulisannya, seperti di mana dilakukan perhitungan, melihat hilal, kapan, tanggal berapa, posisi lengkap dengan Lintang Selatan dan derajad-derajad yang agak membingungkan orang awam. Biarlah hal-hal itu menjadi domain para ahli falaq dan astronomi. Saya hanya ingin membuat catatan dalam hidup bahwa saya pernah mengalami satu masa dimana ada 5 versi Idul Fitri. Subhanallah. Wallahu alam.

Disarikan dari berbagai sumber di dunia maya.

2 comments

  1. Tanda-tanda kesalah fahaman dan tafsiran yang kita adoptasi tentang kebesaran Allah SWA. Betapa besar nya kuasa Illahi tapi kenapa di interprate dengan belainan erti..Sifat 20 dan 99 nama illahi. Waspada lah tentang keimanan yang mana satu luhur dan baik di sisi Allah.

    Perpejahan tentang kefahaman..dan hanya satu keturunan sahaja yang Allah terima….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s