Nikah Sirri

Mau nikah Sirri atau nikah bawah tangan atau nikah beneran? Tunggu dulu baca dulu yang ini.

Nikah berarti perkawinan yang prosesnya diawali dengan akad nikah, pengikatan janji kedua belah pihak dan disaksikan wali plus dua saksi.Dalam khazanah fiqh (aturan/hukum Islam) dikenal beberapa macam nikah.

  1. Nikah Mut’ah; Mut’ah berarti bersenang-senang atau memanfaatkan. Istilah nikah mut’ah adalah pernikahan yang ditentukan dengan batas waktu tertentu. Jika waktu yang ditentukan habis maka selesailah pernikahan itu. Tak ada proses talak / cerai dalam nikah ini. Yang penting ada batas waktu dan ada mahar / mas kawin. Bila dua hal itu disebutkan dalam akad nikah maka sah. Ulama Sunni berpendapat bahwa Rasul Muhammad pernah membolehkan nikah model ini karena para laki-laki yang ikut berperang harus meninggalkan rumah selama berbulan-bulan tapi kemudian diharamkan karena merugikan posisi perempuan. Sedangkan kalangan Syi’ah Imamiyah tetap membolehkan.
  2. Nikah Sirri; Kata sirri berarti rahasia atau diam-diam. Nikah sirri berarti nikah yang dilakukan diam-diam dan biasa terjadi dalam dua bentuk. Pertama akad nikah tidak tercatat di KUA tapi semua rukun nikah lengkap yaitu ada mempelai, wali dan dua saksi. Model ini biasa disebut nikah bawah tangan. Para ulama menghukumi sah menurut agama meski tidak sah menurut negara. Yang kedua nikah dilakukan tanpa menghadirkan wali atau dua saksi. Yang ini tidak dianjurkan baik dari kacamata agama maupun kacamata negara. Apapun bentuknya, nikah sirri dalam banyak kasus berakibat fatal bagi perempuan dan anak. Model nikah sirri dan akibatnya ini mungkin bisa dilihat dalam kasus penyanyi dangdut Machicha Muchtar dengan Moerdiono yang hingga sekarang anak yang lahir belum mendapatkan haknya.
  3. Nikah Bilyad; atau nikah dengan tangan alias onani alias masturbasi. Kegiatan melakukan rangsangan pada organ vital dengan tangan yang bertujuan memperoleh kepuasan tanpa bersenggama. Tak ada kata sepakat diantara ulama fiqih tentang hal ini. sebagian menghukumi haram mutlak dan sebagian membolehkan.
  4. Nikah rekayasa atau nikah tahlil; Dalam Islam, talak yang bisa dirujuk adalah talak satu dan dua. Jika istri telah ditalak tiga oleh suami, tak boleh lagi dirujuk kecuali istri itu sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Nah, ada kasus mantan suami mencarikan laki-laki agar menikah dengan mantan istrinya dengan perjanjian-perjanjian. Kemudian si laki-laki menceraikan lagi. Sang mantan suami lalu merujuknya karena sah secara agama. Pelaku rekayasa itu disamakan dengan binatang rusa oleh Rasul Muhammad. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasul Muhammad bertanya kepada beberapa sahabat “Mau kah aku beritahu manusia yang serupa dengan binatang rusa?”Para sahabat tentu saja mau. Dan beliau bersabda “dialah muhallil” (pelaku rekayasa dalam nikah tahlil). Wallahu a’lam

Pertanyaan: Apakah fenomena “Kawin Kontrak” yang pernah ada di Indonesia termasuk nikah mut’ah, sirri, bilyad atau tahlil? atau pelacuran terselubung atau pergundikan atau perselingkuhan atau yang bagaimana?

sumber: Rahmah Hasjim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s