Humor Pak Jamil

Hati-hati Maniak Bola

Euro 2008 sudah berakhir. Spanyol berhasil menjadi juara dengan mengalahkan Jerman 1-0. Ballack akhirnya menjadi spesialis runner-up. Gus Hiddink tetap fenomenal, karena mengantarkan kuda hitam Rusia hingga semifinal.

Kejuaraan sepakbola Eropa itu selain membahagiakan juga menyisakan duka di sebuah keluarga. Sang suami maniak bola, sang istri alergi bola. Kejadian ini terjadi pada awal Euro 2008. Suami menonton pertandingan yang disiarkan RCTI, TPI dan Global pada pukul 23.00 WIB.


Tatkala sedang asyik menonoton tiba-tiba sang istri bilang, “mas kran di kamar mandi rusak, tolong dong dibenerin.” “Emang aku tukang ledeng“, jawab suami enteng. Tak berapa lama kemudian, istri datang memohon lagi, “mas aku mau buatin kopi buat mas tapi gasnya rusak, tolong dong dibenerin.” Dengan tetap menonton pertandingan sang suami menjawab “emang aku tukang gas”.

Ketika sedang seru-serunya pertandingan, si istri datang lagi memohon, “mas itu lampu di taman mati, tolong dong dibenerin.” Tanpa memperdulikan perasaan istrinya, suami manik bola itu menjawab, “emang aku tukang listrik”. Kesel bolak-balik diganguin istri, akhirnya di pertandingan kedua yang disiarkan langsung oleh stasiun TV yang sama pukul 01.00 dini hari, suami nonton di tetangga.

Sepulang nonton bareng tetangga, sang suami bingung sebab lampu di depan rumah sudah nyala. Dia kemudain periksa kran kamar mandi, airpun sudah bisa mengalir dengan lancar. Langsung dia ke dapur, kompor gasnyapun sudah bisa menyala. Dia segera menemui istrinya di kamar tidur.

“Istriku yang cantik, kog semuanya sudah beres, siapa yang mengerjakan?” Sambil terkantuk-kantuk istrinya menjawab, “tadi waktu mas pergi ke tetangga nonton bola, aku nangis di depan rumah, ketika saya sedang menangis lewat pak satpam, terus aku ceritakan kejadiannya. Akhirnya pak satpam itu menawarkan bantuan mbenerin listrik, kran dan kompor gas. Tapi dia minta imbalan, buatin roti bakar atau selingkuh”

Merasa yakin, istrinya memilih membuatkan roti, dengan tidak sabar sang suami bertanya, “terus kamu buatin roti berapa biji tuh pak satpam?” Secara spontan sang istri menjawab, “emang aku tukang roti”

(Cerita ini rekayasa belaka, dan jangan ditafsirkan saya mendukung selingkuh. Tidak sama sekali, selingkuh itu HARAM. Intinya segila-gilanya hobi bola tapi jangan lupa beri perhatian dan didik istri dengan penuh perhatian dan cinta, salam SUKSESMULIA, Jamil Azzaini)

Cinta Istri Sampai Mati

Thoriq termasuk orang yang sangat mencintai istrinya. Selain itu, ia juga amat takut sama istrinya. Para tetangganya sudah sangat paham akan kecintaan Thoriq kepada istrinya. Sebab sepasang suami istri ini sering menunjukkan kemesraan di depan umum. Namun, kemesraan yang sudah menjadi buah bibir warga perumahan itu akhirnya berakhir. Sang istri di panggil oleh Yang Maha Kuasa di usia yang masih sangat muda.

Thoriq menangis tersedu tiada henti. Bahkan ketika sang istri hendak dimakamkan, Thoriq meminta izin untuk membacakan puisi cintanya kepada sang belahan jiwa. Semua yang hadir terkagum-kagum dengan kecintaan Thoriq kepada istrinya. Kekaguman masyarakat semakin membuncah beberapa bulan setelah sang istri meninggal. Mengapa? karena walau sudah tiga bulan istri meninggal, Thoriq setiap pagi Thoriq masih terus menyiram makam istri dengan air bunga.

Karena penasaran, sahabat Thoriq yang bernama Riza bertanya, “Mas Thoriq, semua orang sudah tahu bahwa kamu sangat mencintai istrimu. Kamu tidak perlu menyiram air bunga lagi setiap pagi untuk membuktikan cintamu. Kenapa sich kamu harus menyiram air bunga setiap pagi ke makam istrimu? Orang sudah tahu, kamu nggak mungkin berpaling dengan yang lain, kecintaanmu kepada istrimu tiada tandingannya”.

Dengan menarik napas panjang, Thoriq menjawab, “dulu istriku pernah berwasiat; nanti bila aku meninggal jangan buru-buru kawin lagi. Mas boleh kawin lagi apabila rumput di makamku sudah setinggi lutut”. Maka agar aku bisa menunaikan amanah istriku itu, setiap pagi makamnya aku siram air agar rumput di makam istriku bisa tumbuh dengan cepat.

(Nama dan kejadian di dalam cerita ini rekaan belaka. Cerita dibuat untuk mengaktifkan otak kanan dan mengurangi kepenatan hidup)

Salesman Sayang Istri

Dua orang bertemu di salah satu cafe di Jakarta. Mereka saling berkenalan, satunya bernama Yusuf seorang salesman handal dan orang yang satunya bernama Faishal. “Saya baru saja mencapai target penjualan lima kali lipat” kata Yusuf. “Karena keberhasilan saya itu, saya ingin memberikan hadiah yang sangat berarti buat istri saya,” lanjut Yusuf.

Faishal menjawab, “wah mas Yusuf termasuk yang sangat cinta istri ya. Karena itu mas Yusuf harus memberikan hadiah yang spesial buat istri tercinta. Wanita biasanya akan senang bila dibelikan sesuatu yang bisa dilihat orang lain. Belikan saja dia pakaian yang sangat bagus dan berkelas. Dengan pakaian itu dia akan tampak cantik dan secara tidak langsung itu berarti pujian bagi dirinya bahwa dia sangat cantik dan layak memakai baju bagus dan berkelas itu. Dan perlu mas Yusuf ketahui, tidak ada yang membuat seorang istri sangat bahagia daripada sesuatu yang baru untuk dipakai”.

“Anda luar biasa, anda bisa memberikan makna dari sebuah hadiah. Saya tidak terpikirkan hal itu sebelumnya, sergah Faishal berbinar-binar. Dengan senyum puas, Faishal berkata lagi, “terima kasih mas Yusuf. Nasehat Anda akan meningkatkan romantisme dan kenangan lama kami, Anda benar-benar hebat. Ngomong-ngomong, apakah anda seorang psikolog?”

“Bukan, Profesi saya salesman pakaian jadi”, jawab Yusuf sambil mengeluarkan beberapa brosur bergambar pakaian wanita dari tasnya.

(Mohon maaf bila ada nama dan kejadian yang serupa, maaf juga untuk para salesman yang membaca cerita ini. Cerita ini rekayasa belaka, untuk mengasah otak kanan. Salam Sukses Mulia. Jamil Azzaini)

Tidak Ada Lowongan

Seseorang mendatangi kantor Pak Urip Karwo yang berbisnis berlian dengan merek Artalyta. Tamu yang bernama Rio itu diterima bagian SDM, Bapak Nursalim. “Pak saya mau melamar kerja di sini” ucap Rio. “Mau melamar di bagian apa” tanya pak Nursalim. “Saya ingin bekerja di bagian personalia” mohon Rio. Seketika pak Nursalim menjawab “wah kalau bagian itu sudah terisi penuh”.

“Kalau begitu saya melamar di bagian marketing saja” pinta Rio. “Bagian itupun sudah lengkap orangnya,” jawab pak Nursalim. “Bagaimana kalau bagian keuangan? tawar Rio. Pak Nursalim menggeleng. “Saya juga pernah jadi sekretaris pak, apa bisa saya jadi sekretaris di sini? pinta Rio. Dengan agak jengkel pak Nursalimpun menggelengkan kepala lagi.

“Kalau begitu yang kosong bagian apa pak? saya bersedia mengisinya dan bekerja apapun” suara memohon Rio kembali terucap. Dengan nada agak tinggi karena kesal segera pak Nursalim menjawab, “sejujurnya semua posisi di kantor kami sudah terisi, jadi kami tidak menerima karyawan baru, silahkan Anda cari di tempat lain”

Dengan agak malu, Rio mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya sambil mengatakan “kalau begitu bapak perlu memasang papan bertuliskan ini : “Tidak Ada Lowongan” agar tidak merepotkan dan membuang waktu bapak. Harganya cuma Rp 250 000,00. Bapak mau beli berapa?”

“Dasar Salesman” gerutu pak Nursalim sambil membeli satu papan itu.

(Cerita ini rekayasa semata, maaf bila ada kemiripan nama dan peristiwa. Maaf terutama kepada para salesman. Cerita ini hanya untuk pelepas lelah saja. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini)

Ryan Bertaubat?

Ryan dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin. Namun berkat didikan di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan secara intensif, Ryan kini telah bertaubat. Dalam kehidupan rumah tanggapun ia ingin menjalaninya dengan normal. Akhirnya, Ryanpun menikah.

Tapi ternyata, untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis bukanlah pekerjaan mudah. Tiga kali menikah, semua istrinya meninggal dengan mengenaskan. Karena stress, Ryan datang ke psikolog yang memiliki reputasi hebat, Tika Budiman. “Ibu mengapa rumah tangga saya kacau begini?. Tiga kali menikah istrinya saya semuanya meninggal” keluh Ryan.

“Istri pertama kamu meninggal karena apa?” selidik psikolog. Ryan segera menjawab, “dia meninggal karena makan jamur beracun. “Terus istri kedua meninggal karena apa?” tanya psikolog lagi. Dengan tangkas Ryan kembali menjawab, “dia meninggal karena makan jamur beracun juga”

“Jadi keduanya meninggal karena makan jamur beracun? Lantas, istri kamu ketiga meninggal karena apa?” tanya psikolog sambil merinding. Sambil tertunduk sedih Ryanpun menjawab, “istri saya yang ketiga meninggal karena dia menolak perintah saya untuk makan jamur beracun”

(Cerita ini hanya khayalan belaka, sekedar untuk mengaktifkan otak kanan, Salam SUKSESMULIA, Jamil Azzaini)

Hati-hati Memilih Pembantu

Pembantu Rumah Tangga (PRT) adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan kita, terutama PRT yang tinggal bersama kita. Agar rumah tangga kita tetap utuh harus hati-hati memilih PRT sebab mereka tahu kehidupan kita yang sesungguhnya.

Kriteria utama memilih mereka adalah jujur, rajin, amanah dan mampu menjaga harta dan keluarga kita. Hati-hati bila Anda mempertimbangkan wajah dan penampilan mereka karena itu bisa menjadikan rumah tangga Anda retak.

Di Batam, ada sebuah keluarga yang memiliki PRT cantik jelita, badannyapun BMW (Bahenol, Montok, Weleh…weleh…weleh). Namanyapun keren abis, Artalyta. Para tamu yang datang ke rumah itu banyak yang mengira kalau Artalyta adalah saudaranya tuan rumah bukan PRT. Hebatnya lagi, Artalytapun membuat banyak tamu tergoda. Pak Budiono dan Ibu Gayatri juga heran karena beberapa bulan terakhir banyak tamu yang datang ke rumahnya.

Beberapa pekan terakhir, Pak Budionopun lebih senang mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah. Sebagai wanita karir, Ibu Gayatri mulai curiga dan gelisah. “Koq suamiku lebih senang di rumah ya, jangan-jangan dia ada main sama Artalyta,” pikir Ibu Gayatri.

Nah, malapetaka itu terjadi. Ketika Ibu Gayatri sedang duduk menonton Extravaganza di Trans TV, datanglah putri kesayangannya Nia yang baru berusia 8 tahun. ”Bunda, boleh nggak aku minta uang seratus ribu?” tanya Nia. “Tidak” kata Ibu Gayatri. ”Nanti kalau bunda ngasih uang seratus ribu, Nia akan cerita apa yang diucapkan Bapak ke Bibik Artalyta tadi siang” rengek Nia.

“Hah bapak ngomongnya dimana?” selidik Ibu Gayatri. “Di kamar”, kata Nia enteng. ”Nih bunda kasih uang seratus ribu, apa yang dikatakan bapak kepada bibik Aralyta” kata Ibu Gayatri makin curiga. Sambil menerima uang itu, Nia menjawab “Bapak bilang begini, bik tolong setrika baju bapak yang warna putih ya.” Sambil mencium uang seratus ribu dari ibunya, Nia-pun ngeloyor pergi.

(Cerita ini hanya khayalan belaka. Maaf jika ada kesamaan nama dan tempat kejadian. Cerita ini semata-mata untuk menghilangkan kepenatan dan melatih otak kanan saja)

Resep Jitu Mencari Jodoh

Seorang pemuda yang usianya hampir 40 tahun, gelisah bukan kepalang. Orang tuanya sudah merindukan cucu namun pemuda ini malah belum mendapatkan pendamping. Banyak wanita yang sudah ditaksir tapi selalu saja cintanya kandas. Sebagai langkah terakhir, datanglah ia ke Aa’ Gym untuk meminta nasehat. “Aa, sebenarnya saya malu datang ke Aa’ tapi karena orang tua saya sudah memaksa saya untuk cari jodoh saya minta nasehat ke Aa’, kata pemuda.

Dengan nada lembut Aa’ menjawab; “jodoh seperti apa yang kamu harapkan”. Sang pemdua langsung menjawab, “cantik, kaya raya, punya pekerjaan, gesit, langsing, dan agamanya bagus”. Aa’ Gym yang biasa menjawab atau menjelaskan sesuatu dengan kiat-kiat ringkas, misalnya 3M (mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang, dan mulailah dari yang kecil) kali ini juga menjawab, “kalau kamu ingin punya jodoh seperti itu mah gampang, kamu harus melakukan 3B.”

“B yang pertama, Berdoa, kata Aa’”. Sang pemuda menjawab. “hampir setiap hari saya sudah berdoa untuk mendapatkan jodoh yang seperti itu Aa’. “Kalau gitu lakukan B yang kedua, Berusaha“, tambah Aa Gym. Dengan sigap sang pemuda itu menjawab, “Itu mah setiap hari sudah saya lakukan Aa”, tapi nggak juga berhasil. Gagal melulu. “Ya udah, kalau gitu lakukan B yang ketiga”, kata Aa Gym.

Aa” Gym diam sejenak. Sang pemuda tak sabar mendengar penjelasan Aa Gym. Karena kehilangan kesabaran sang pemuda itu bertanya, “Apa B yang ketiga Aa’. Dengan menghela napas panjang Aa’ Gym menjawab, “Bercermin”.

(Maaf ya Aa” namanya dicatut, semoga menghibur dan kiat tersebut murni bukan dari Aa’ Gym, Imajinasi belaka untuk menghilangkan kepenatan hidup). Salam Sukses Mulia

sumber:jamil.niriah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s