Untuk Istriku Yang Sedang Mengandung

photo ilustrasi

photo ilustrasi

Istriku, kita mendapat amanah Allah untuk mengasuh seorang anak, mendidiknya hingga ia menjadi dewasa dan menjadi anak yang berguna bagi dirinya, orang tuanya, agamanya, nusa dan bangsanya. Karena mari kita renungkan bersama:

Amalan Ketika Mengandung

1. Jaga makan minum dan sumber yang subhat atau haram.
2. Beribadah sebaik mungkin, berzikir, membaca Al Quran dan berusaha mendekatkan hati dengan Allah
3. Biasakan membaca Surah Maryam (untuk mendapat anak ya’I soleh), Surah Yusul (untuk mendapat anak yang cantik). Surah Luqman (untuk mendapatkan anak yang bijak) dan Surah Yasin (agar memudahkan bersalin).

4. Selain dari itu ibu-ibu juga harus mengamalkan doa berikut setiap kali selesai menunaikan sholat lima waktu: Artinya: “Ya Allah, peliharalah anakku selama dalam kandunganku dan sembuhkan dia, sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tiada sembuhan melainkan penawar-Mu, sembuh yang tiada rnernnggalkan kesan buruk. Ya Allah, lahirkanlah dia dan kandunganku dengan kelahiran yang mudah dan sejahtera (selamat). Ya Allah, jadikanlah dia sehat sempuma, cerdik, berakal dan benlmu serta beramal soleh. Ya Allah, elokkan akhlak (perangainya), fasihkanlah lidahnya dan perelokkan suaranya untuk membaca Hadis dan AI Ouran dengan berkat Nabi Muhammad SAW.”

5. Ketika terasa sakit hendak bersalin, ibu-ibu hendaklah mengamalkan doa berikut:
Artinya: “Tiada Tuhan yang disembah sebenar-benamya melainkan Engkau (ya Allah) Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang-orang yang zalim. “ sumber: Kawan Sejati

Lihatlah sabda Nabi tentang pahala bagi istri yang sedang mengandung:

Apakah ridha, hai golongan wanita, bahwasanya seorang wanita yang sedang hamil dari suaminya, yang telah dinikah dengan halal (menurut syariat Islam), Allah membenkan pahala kepadanya sebagaimana pahala orang berjihad fisabilillah. Apabila ia merasa sakit untuk melahirkan anaknya maka ia mendapat pahala yang banyak sekali sehingga manusia tidak mengerti seberapa banyaknya pahala itu. Apabila telah lahir lalu disusui, bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya Allah memberi dia pahala satu kebaikan. Apabila si ibu semalaman tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberi pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.” (Riwayat Al Hassan bin Safwan, Thabrani Jan Ibnu As Sahir dan Salamah yang menyusukan Sayidina Ibrahim putera daripada Rasulullah). Sumber: Kawan Sejati.

Dan ketika engkau mengandung, wahai istriku, perhatikan sifat dan akhlaqmu:
Sebagian besar ibu yang mengandung mudah hilang kesabaran karena merasa tidak nyaman.

Jauhilah sifat pemarah, merajuk dan sebagainya agar anak yang dilahirkan jiwanya kuat.
Jaga adab-adab, contohnya jangan makan sambil berjalan, durhaka kepada suami dan lain-lain, karena akhlak ibu yang mengandung akan mempengaruhi watak dan akhlak kandungannya.
Jangan menyakiti atau menyiksa binatang, dikuatirkan balasan Allah ditimpakan kepada anak yang dikandung.

Masih ada lagi hal-hal yang perlu diperhatikan saat anak kita kelah lahir:

1.Ibu perlu selalu menjaga auratnya ketika hendak bersalin.

2.Anak yang dilahirkan hendaklah disambut dengan tangan yang suci (wanita beriman) dalam suasana penuh keislaman. Kemudian didengarkan dengan kalimah memuji kebesaran Allah dengan azan di telinga kanan dan igameh di telinga kiri.

3.Jika anak itu hendak disusukan oleh orang lain, maka pilihlah perempuan yang solehah dan kuat beragama. Sebaiknya ibunyalah yang mempunyai sifat demikian. Susu yang bersih memberi keberkatan kepada anak dan tingkah laku ibu atau ibu susu menjadi contoh atau tiruan kepadanya.

4.Sunat dicukur kepala anak serta memberi sedekah emas atau perak seberat timbangan rambutnya itu pada hari ketujuh kelahirannya. Hikmahnya akan menambahkan tenaga dan menyehatkan badan serta pendengarannya. Sunat juga mengaqiqahkan anak itu pada hari itu yaitu dengan dua ekor kambing bagi bayi lelaki dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Sabda Rasulullah SAW: “Anak diaqiqahkan pada hari ketujuh, lalu diberi diberi nama dan dibuangkan segala yang mengganggunya (di cukur).” Abi Abdullah meriwayatkan dari bapanya, bahwa Rasulullah SAW telah membuat aqiqah untuk cucunya Hasan dan Husein dengan dua ekor kambing pada hari ketujuh kelahiran kedua-duanya. Tidak dipatahkan akar tulang-tulang kambing itu. Dagingnya dibuat sup dan dijamu kepada tetangga.

5.Pada hari ketujuh itu juga ibu bapa disuruh memberi nama yang bagus seperti nama para rasul dan sahabat Rasulullah agar mendapat keberkatannya. Contohnya Muhammad, Ahmad, Abdullah, Rokiah, Khadiijah, Ummu Salamah, Maimunah, Atiqah dan lain-lain. Sabda Rasulullah SAW: Di antara kewajiban ayah kepada anaknya ialah mendidiknya baik-baik dan memberinya nama yang baik. ” Sabda Rasulullah SAW lagi: “Suatu kaum yang mengadakan musyawarah lalu lahir di dalamnya seorang yang bemama Muhammad akan mendapat kebaikan kaum itu.”

6.Hendaklah selalu diperdengarkan kepada anak-anak kecil akan kalimah-kalimah suci. Misalnya di dalam buaian diperdengarkan kalimah yang artinya: “Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah, yang memerintah, benar lagi nyata, Muhammad utusan Allah, benar janjinya lagi dipercayai.’

7.Sunat memotong kuku bayi.
8.Sunat mencecahkan makanan manis yang tidak dimasak (seperti kismis, kurma dan madu) ke bibir dan langit-langit bayi. Sumber: Kawan Sejati

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s