Anakku berusia 2 Minggu

Anakmu mu bukan milikmu.
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tetapi bukan hakmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tetapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kau busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian, Dia merentangmu dengan kekuasaanNya, hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
(Dari Sang Nabi oleh Kahlil Gibran)

Hari Jum’at, tanggal 8 Agustus, tahun 2008 (8/8/08/ merupakan hari istimewa buat saya. Hari itu saya bergegas pulang kantor karena ada janji dengan dokter. Setelah melalui proses administrasi dan lain-lain, akhirnya saatnya menunggu “apa kata dokter”. Dan sesuai dengan apa yang menjadi harapanku dokter berujar:

Wah, Selamat Mas, hasilnya positif dan sudah berusia 8 minggu. Puasa dulu ya…… “

Wow, tak ada yang melebihi kegembiraanku Saya saat itu. Kehadiran anak merupakan sesuatu yang aku dambakan dalam pernikahanku yang sudah memasuki tahun ke empat. Alhamdulillah ya Allah, mudah-mudahan Engkau percayakan kami untuk menerima amanahMu dengan kehadiran seorang putra. Amien”

Aku punya Kawan Sejati yang menuliskan sebuah sajak. Sajak Nasehat untuk Anak

Anak-anakku yang tercinta
Jika kamu alim jadilah obor kepada semesta
Jika kamu jahil bernaunglah di bawah cahaya.
Jika kamu kaya jadilah bank kepada masyarakat
Jika kamu miskin berbanggalah untuk keredhaan Tuhanmu
Hindarlah dari meminta-minta supaya terpelihara keizzahanmu
Biarlah kamu miskin dengan Tuhanmu kaya dengan manusia

Jika kau saudagar jauhilah riba, betulkan timbangan, berbuat adillah dalam berjual beli
Jika kamu perlu mintalah kepada Tuhanmu agar manusia tidak menghinamu

Jika pemimpin jadilah payung kepada umatnya, rendahkan sayapmu jika kamu dipimpin,
serahkanlah kepada kebijaksanaan ketuamu

Jika kamu pejuang, banyakkan mengingati Tuhanmu
Hadapilah musuh jangan melampaui balasan-batasannya.

Jika kamu menderita, tersiksa berserahlah kamu itu tanda ‘basyar’ dari Tuhan
Tuhan kasih padamu, kasih Tuhan itu lebih dari kasih seorang ibu kepada anaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s