Pengaruh Kehamilan Pada Perkembangan Jiwa Anak

aku rindu menjadi seorang ayah
karena ayah adalah tugas mulia
membimbing istri dan anak-anak yang manis
adalah sebuah karunia dan kepercayaanaku rindu menjadi seorang ayah
bagi istri sholihah dan anak-anak sholeh
akan aku buatkan mereka rumah di syurga
kami bisa berbahagia di hari abadilalu aku menunggu datangnya ajal
ketika semua tugas mulia telah usai
kembali kepada sang khaliq
dengan khusnul khotimah

Itulah puisi pendek pada posting berjudul Rindu Menjadi Ayah

Aku benar-benar mengharapkan seorang keturunan yang dapat meneruskan dinasti keluargaku kelak. Satt ini, Insya Allah, jika Yang Maha Kuasa menghendaki, istriku tengah memasuki awal-awal masa kehamilanya. Aku bersyukur, bersujud dan bersimpuh di hadapan Nya. Dan aku bernadzar: “Jika istriku positif hamil, maka aku akan menyelenggarakan syukuran”. entah bagaimana bentuknya urusan belakangan.

Dari sini, aku mulai rajin kembali browsing mencari-cari tulisan yang berhubungan dengan kehamilan yang jumlanya mencapai 750.000 link. Sudah pasti tidak semuanya aku buka. Pertama yang menarik perhatian saya adalah tulisan yang ada di jawaban.com berjudul Pengaruh Kehamilan Pada Perkembangan Jiwa Anak

Di dalam salah satu halaman buku yang berjudul Hypnobirthing karangan Marie Mongan terdapat ungkapan : If You want to change the planet start to change from pregnant woman (Pengarang tidak dikenal). Di dalam perenungan hariannya, ungkapan itu selalu dihadirkan dan dari ungkapan itu banyak sekali sudut pandang kita terutama bagi para ibu-ibu hamil yang dapat diubah.

Beberapa kasus kecemasan, panik, dan sebagainya disebabkan terutama akibat kondisi anak itu sejak dalam kandungan. Untuk para ibu-ibu hamil di Indonesia yang cenderung manja dan agak malas untuk melakukan aktivitas ekstra, kurang lebih hanya 10% ibu hamil yang mengetahui apa yang terjadi di dalam rahimnya.

Pada suatu kesempatan, kepada para ibu-ibu hamil diperlihatkan VCD mengenai proses bertemunya sel telur dan sperma sampai proses melahirkan. Setelah itu para calon-calon ibu itu diberi kesempatan untuk menuliskan komentarnya. Ada yang bilang itu kebesaran Tuhan, ada juga yang menangis terharu, ada juga yang bilang itu suatu keajaiban, dan banyak komentar yang berbeda-beda. Ada juga mahasiswi hamil empat bulan yang minta digugurkan karena pacarnya belum siap menikah, tetapi setelah selesai menonton VCD mengenai kehamilan itu, jadi membatalkan niat untuk menggugurkan. Ia minta nikah kemudian bayinya lahir selamat.

Setelah menonton VCD tersebut, akhirnya pasangan mengerti sejak pertemuan dua sel itulah terjadi proses kehidupan. Dua sel yang terus tumbuh dan berkembang itu akan menjadi bayi. Bahkan, kalau merencanakan kehamilan menurut ajaran ilmu TAO lebih terinci lagi, yaitu mulai dari kondisi persetubuhan. Misalnya saat hujan deras dan banyak geledek lebih baik tidak melakukan hubungang badan, karena getaran negatif seperti rasa takut tidak baik untuk proses pembuahan, apalagi kalau terjadi kehamilan.

Rahim berasal dari bahasa Arab yang artinya kasih. Karena itu kata rahim itu sendiri sebetulnya sudah mengandung pesan khusus. Jadi, sejak di dalam rahim bayi yang baru aktif alat cerna dan unsur perasaannya, sebaiknya ibu dan ayahnya memberikan rasa kasih dan damai (afection). Itu sangat berkaitan dengan spiritual quotient (SQ).

Bayi di dalam kandungan hanya bisa menerima dan merasakan getaran ibu dan ayahnya. Getaran-getaran itu akan menjadi dasar jiwanya. Hukum sebab – akibat pun berlaku untuk ibu hamil, apa yang Anda tanam akan Anda tuai. Jadi, kalau selama kehamilan Anda menanam ketenangan dan kedamaian, Anda pun akan menuainya pada saat bayi lahir. Kalau bayi-bayi yang lahir dengan getaran kedamaian, tentu mereka akan berkembang dengan lebih baik. Semakin banyak yang lahir dengan membawa rekaman kedamaian, akankah itu akan mengubah kondisi dunia yang sedang dilanda ketidakdamaian?

Janin tidak hanya membutuhkan nutrisi melainkan juga ketenangan dan kedamaian. Keduanya saling melengkapi, sehingga kita akan mendapatkan bayi yang sehat jiwa dan raganya. Ketenangan seperti apa yang bisa dilakukan oleh ibu hamil pada zaman yang serba stres ini?

Dari beberapa kali seminar dan skala distres yang selalu diisi oleh ibu hamil sebelum melakukan relaksasi, ternyata ibu hamil stresnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Selain menghadapi lingkungan luar (pekerjaan, rumah), lingkungan dari dalam dirinya juga sangat mengganggu (akibat perubahan hormonal) dan lain-lain. Karena itu, ibu hamil tetaplah beraktivitas dan rajin relaksasi, agar selalu seimbang sehingga sehat untuk ibu dan bayinya. Selama hamil, berusahalah untuk selalu gembira, jangan suka bersedih atau marah-marah.

Pada dasarnya manusia ibarat sebuah biokomputer. Badan kasar atau fisik adalah hasil print out dari apa yang terekam di jiwa bawah sadarnya. Sesuatu yang sering diulang, sesuatu yang mencekam atau menakutkan dapat langsung terekam di alam bawah sadar. Mungkin hal ini dapat menjadi penjelasan akan keanehan-keanehan kelahiran yang seringkali beredar menjadi mitos di masyarakat (bayi cacat ataupun lahir mati dengan kondisi-kondisi khusus).


Pesan untuk ibu hamil, rajin-rajinlah menghapus sesuatu yang negatif dengan niat yang kuat atau diperkuat dengan doa. Bagi ibu-ibu yang sudah mempunyai anak, mungkin bisa kilas balik bagaimana sifat anak saat ini karena hal itu sangat erat hubungannya dengan kondisi selama kehamilannya.

Banyak juga ibu-ibu yang menjadi malas bergerak selama masa kehamilan, padahal kesehatan sangat penting bagi para ibu hamil sehingga aktifitas gerak itu sangat diperlukan. Di Australia, olah gerak untuk ibu hamil dilakukan di dalam air. Lomba jalan cepat di air, latihan beban di air bahkan relaksasinyapun di air. Memang menggunakan kolam renang khusus dan airnya pun hangat.

Beberapa tahap relaksasi jiwa raga yang dapat dilatih di rumah antara lain sebagai berikut:

* Persiapkan ruangan yang tenang dan redup.
* Gunakan musik yang tenang dan lembut.
* Relaksasi otot mulai dari wajah sampai ke kaki, seluruh otot diendurkan.
* Relaksasi nafas, gunakan napas perut perlahan-lahan dan dalam.
* Relaksasi pikiran, fokuskan pada satu titik sampai kedua mata menutup dengan santai.
* Niatkan mulai saat ini selalu dalam keadaan tenang dan damai, ibu dan bayi sehat sampai pada proses persalinan yang alami, nyaman dan lancar.

Selamat mencoba sehat dan sukses selalu untuk ibu hamil.

sumber: jawaban.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s