Salah satu tauladan Az-Zahra

Seandainya kita sempat mengetahui, yang agak lengkap sedikit tentang bagaimana wanita yang akan pertama masuk surga ini mengatur rumah tangga dan mendidik anak, betapa besar pelajaran yang diperoleh oleh kaum muslimin.

Seandainya kita sempat menghayati sedikit saja bagaimana Fathimah menjadi madrasah masjid pertama bagi anak-anaknya, Insya Allah kita mendapatkan kesempurnaan cara mendidik sebaik2nya. Sehingga kelak akan lahir anak yang penuh barokah dan diridhai Allah.

Tetapi sedikit sekali yang kita ketahui, kecuali peristiwa ketika tangan putri pemimpin besar ini melepuh karena memutar gilingan. Itupun sering tidak lengkap. Sangat tinggi keagungan Fathimah Az Zahra. Ayahnya memberi julukan Ummu-Abiha (ibu yang melahirkan ayahnya), karena besar penghormatan dan kebaktian Az Zahra pada ayahnya, yaitu Rasulullah. Setiap Rasulullah datang dari berpergian, beliau singgah ke rumah Fathimah untuk menunaikan shalat 2 rakaat di masjid, baru setelah itu ia menjenguk istrinya. Kalau Fathimah datang Rasulullah segera berdiri menyambut dan menciumnya.

Sebagai istri Az Zahra merupakan teladan yang tak habis-habisnya untuk setiap muslimah. Tidak pernah ia membuat marah suaminya, karena Allah tidak menerima ibadah seorang istri sampai suaminya ridha. Tentang Az Zahra suaminya mengatakan “Ketika aku memandangnya, hilanglah kesusahan dan kesedihanku”. Fathimah memang penuh kemuliaan dan kasih sayang. Ketika suaminya pulang dari peperangan dalam keadaan luka, Fathimah merawatnya dengan penuh kasih sayang. Ia bersihkan darah suaminya Ali bin Abi Thalib dengan penuh perhatian.

Dari rahimnya lahir anak-anak yang penuh kemuliaan. Dua puteranya, Hasan dan Husein sudah kita kenal kemuliaan. Putrinya, Zaenab adalah wanita yang tegar dan penuh kehormatan berani mempertahankan diri di hadapan penguasa yang telah menghina dan memenggal leher saudaranya. Ia menyelamatkan puteranya Husein yaitu Ali Ausath yang kelak dikenal sebagai Ali Zaenal Abidin, pemuka ahli ibadah. Dan keturunan lelaki mulia ini banyak dijumpai berjuang untuk keharuman agama dan kehormatan ummat.

Bagaimanakah Fathimah melahirkan keturunan yang penuh barokah? Fathimah mendidik anak-anaknya dengan keteguhan yang mengagumkan. Sebagai gambaran, Nabi melihat Fathimah sedang menggiling dengan tangannya sambil menyusui anaknya. Maka mengalirlah air mata Rasulullah “Anakku, engkau menyegerakan kepahitan dunia untuk kemanisan akhirat.”

Mendengar itu Fathimah berkata “Ya, Rasulullah segala puji bagi Allah atas nikmat-Nya dan pernyataan syukur hanyalah untuk Allah atas karunia-Nya.”

Begitulah bagian dari pernikahan Fathimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Apa mahar yang diberikan Ali dalam pernikahan. Kita sudah sering mendengar Ali menjual baju besinya yang dibeli Utsman 400 dirham yang kemudian diberikan lagi kepada Ali sebagai hadiah. Uang inilah mahar dari pernikahannya.

Tidak sama persis tetapi diambil dari sumbernya di sini

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s