TB & ASMA

Hatiku menangis, menjerit, mengaduh, terkejut saat aku mendengar ayahandaku tercinta divonis mengidap TB dan asma pada usia senjanya. Sungguh sesuatu yang membuat aku sedih. Betapa tidak, seharusnya ayah melalui masa senjanya dengan menikmati hidup, hasil jerih payahnya selama ini. Jalan-jalan bersama cucu-cucu tercinta, berkelana dari satu kota ke kota lainnya untuk menghabiskan waktu bersama anak-cucu beliau. Namun takdir berkata lain, ayah harus terbaring lemah di rumah sakit, ditunggui adiku yang paling bungsu.

TB dan asma adalah dua jenis penyakit knronis yang bertentangan. Jika asma dobati maka akan berdampak memburuknya TB dan sebaliknya jika TB diobati maka asma akan memburuk. Suatu keadaaan yang dilemmatis.

Ya Allah, apa yang harus aku perbuat? Untuk pulang menengok ayahpun aku tak mempunyai ongkos. Semua penghasilan hanya pas-pasan buat aku hidup bersama seorang istri. Memang beberapa saat terakhir ini adalah saat aku berdada di bawah pada putaran kehidupan. Meskipun masih ada yang jauh berada di bawahku, tetap saja aku kebingungan. Ya Allah……

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s