You are currently browsing the tag archive for the 'tauladan' tag.

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari .Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap hari nya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang…. tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Read the rest of this entry »

Saya kembali termotivasi setelah membaca hikmah tafakur di bawah ini. Hati yang gundah akibat bayangan PHK karena perusahaan segera tutup menjadi tenang. “Allohumma, Ya Allah, hanya kepada-Mu ku kembalikan segala.”

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut. Read the rest of this entry »

Tidak mudak mengajak seorang wanita untuk berhijab (memakai Jilbab). Selalu saja ada alasan untuk menjawab ajakan (kewajiban) itu. Posting ini barangkali bisa menjadi sentuhan buat seseorang.

Seorang anak memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh. Ia heran kenapa kalau akan keluar rumah, ibunya selalu menutup rapat seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan di dalam rumah pun, jika tamu datang, ibunya segera melakukan hal yang sama: berhijab.

“Ibu aneh!” ucapnya sambil mencari-cari reaksi dari sang ibu. Ibu anak itu pun menoleh ke arah buah hatinya. Ia memeriksa dirinya untuk menemukan sesuatu yang agak lain. Tapi, tidak ia temukan. Read the rest of this entry »

Saya suka posting ini, dari seorang perembuan di kebun hikmah. Agar Saya selalu mengingat tulisannya saya copy-paste di blog saya. Sekaligus minta ijin kepada yang punya blog, Ade.

Kemarin saya pergi bersama seorang sahabat saya dan ketika waktu shalat tiba saya mengajaknya untuk mencari masjid dan menunaikan kewajiban saya shalat, mau tahu jawabannya “elu aja deh De, gue belum dapat hidayah untuk shalat, masih nunggu hidayah nih De” ehm … kemudian saya tiba tiba tertawa mendengar jawaban sahabat dan saya jawab spontan tanpa berpikir panjang “hari gini masih menunggu hidayah, jemput dong” sambil menariknya turun dari mobil dan mengikuti saya untuk shalat bersama :) Read the rest of this entry »

Sejak kami mendapatkan buah hati kami yang ditakdirkan sebagai seorang putri, saya sibuk mencari-cari tokoh-tokoh muslimah wanita, yang kira-kira bisa saya jadikan panutan dan arahan untuk putri kami. Tentu saja putri kami nantinya mempunyai arah dan caranya sendiri tanpa saya bisa mendikte atau mengatur, namun setidak-tidaknya saya bisa memberikan arahan dan contoh-contoh tauladan kepadanya.

Salah satu yang menarik hati saya adalah seorang tokoh besar Islam Rabiah al-Adawiyah, The Mother of The Grand Master.

Seberkas cahaya memancar dari bayi yang baru saja dilahirkan tanpa bantuan siapa-siapa. “Ya Allah,” seru Ismail, “anakku, Rabiah, telah datang membawa sinar yang akan menerangi alam di sekitarnya.” Lalu Ismail menggumam, “Amin.” Tetapi berkas cahaya yang membungkus bayi kecil itu tidak membuat keluarganya terlepas dari belitan kemiskinan. Ismail tetap tidak punya apa-apa kecuali tiga kerat roti untuk istrinya yang masih lemah itu. Ia lantas bersujud dalam salat tahajud yang panjang, menyerahkan nasib dirinya dan seluruh keluarganya kepada Yang Menciptakan Kehidupan. Read the rest of this entry »

Seandainya kita sempat mengetahui, yang agak lengkap sedikit tentang bagaimana wanita yang akan pertama masuk surga ini mengatur rumah tangga dan mendidik anak, betapa besar pelajaran yang diperoleh oleh kaum muslimin.

Seandainya kita sempat menghayati sedikit saja bagaimana Fathimah menjadi madrasah masjid pertama bagi anak-anaknya, Insya Allah kita mendapatkan kesempurnaan cara mendidik sebaik2nya. Sehingga kelak akan lahir anak yang penuh barokah dan diridhai Allah. Read the rest of this entry »

Begitulah, agar tulisan di sini selalu membuatku mengingat tempat-tempat indah, tempat aku dapat saling mengirim embun, juga matahari ke seluruh dunia.

Friends

  • 446,450 and counting

Online

Khusus

Saya tidak bertanggungjawab atas kesalahan isi posting, informasi atau segala kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi pada blog saya ini.