You are currently browsing the tag archive for the 'suami' tag.
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.
Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Perbedaan antara istri dan pacar/girlfriend/selingkuhan.
Wife is like TV, Girlfriend is like Handphone (HP)
At home watch TV, Go out bring HP. No money, sell TV. Got money change HP.Sometimes enjoy TV but most of the time play with HP. TV free for life but HP, if you don’t pay, the services will be terminated. TV is big, bulky and most of the time old but HP is cute, slim, curvy and very portable at any time. Operational cost for TV is often acceptable but for HP is high and often demanding. Most Important, TV got remote but HP don’t have.
Last but not least…….
TV do not have virus but HP have VIRUS……
Once get it, HABIS LAH.
So better choose TV lah
sumber: forwarded email by artha
Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”
“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya? ” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Read the rest of this entry »
Malam taditeman saya yang pernah saya ceritakan dalam Nestapa Di Balik Keringat, berkunjung kembali kerumah. Seperti biasa saya bisa menebak bahwa ia akan berkeluh kesah tentang kehidupannya. Kembali saya harus menjadi pendengar setia.
Ia sekarang sudah mempunyai seorang anak. Tapi keluhannya tetap saja tentang istrinya. Kali ini dia bilang bahwa istrinya masih terus melecehkannya.
“Lo, mau punya anak gak mau repot. Cuci tuh baju anak lo, gendhong tuh anak lo, jangan ngejedhog aja di situ!!!” dan seterusnya, dan selanjutnya.
Dalam hati saya bertanya,kalau sudah “tidak mesra” dari awal kenapa perkawinan diteruskan? kenapa punya anak segala? Ya, hanya dalam hati karena memang hanya duduk sebagai pendengar. Teman saya cuma perlu didengarkan keluhannya. Biasa sesudah dia “mengadu” dia akan merasa lega.
Entah kenapa, semakin “usia kesana” semakin sering saya ingin tahu hal-hal yang berkaitan dengan “persiapannya”. Salah satu yang menarik saya adalah tentang keluarga Islami. Mungkin saya tidak bisa sepenuhnya menciptakan keluarga Islami dalam keluarga karena itu dibutuhkan peran serta banyak pihak, namun setidak-tidaknya saya harus memulia dari diri saya sendiri.
Bagimana Rumah Tangga yang Islami itu?
-
Seorang istri haruslah taat kepada suami dalam perkara yang tidak
mengandung kemungkaran kepada Allah. Dalam masalah Anda, seorang suami menghendaki sang istri tinggal di rumah untuk mendidik anak anaknya. Ini satu cita – cita / keinginan yang baik, dan harusnya istri taat dan mendukung keinginan baik suaminya.
Bila Anda ingin menjadi seorang suami yang disukai oleh istri, Anda perlu mengetahui sikap apa saja yang umumnya disukai oleh sang istri. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa mengembangkan potensi yang masih tersembunyi dan memperbaiki sikap yang kurang disukainya. Ketika sikap Anda semakin memikat hati sang istri, maka cintanya pada Anda akan semakin besar.
Sikap Pemimpin
Kita tahu setiap rumah tangga butuh seorang pemimpin untuk mengatur keperluan rumah berikut penghuninya dan ia bertanggung jawab atas seluruh penghuni rumah. Read the rest of this entry »
Diambil dari Hukum Perdata:
27. Pada waktu yang sama, seorang lelaki hanya boleh terikat oleh perkawinan dengan satu orang perempuan saja; seorang perempuan hanya dengan satu orang lelaki saja. (KUHPerd. 60-41?, 62, 63-2?, 65, 70-4?, 83, 86, 93, 95 dst., 493 dst.; KUHP 279 dst.)
32. Seseorang yang dengan keputusan pengadilan telah dinyatakan melakukan zinah, sekali-kali tidak diperkenankan kawin dengan pasangan zinahnya itu. (KUHPerd. 61-4?, 62, 63- 2?, 65, 83, 90, 93, 95 dst., 98, 209.)
34. Seorang wanita tidak boleh melakukan perkawinan baru, kecuali setelah lampau jangka waktu tiga ratus hari sejak pembubaran perkawinan yang terakhir. (KUHPerd. 61-4?, 62, 63-2?, 64 dst., 71-4?, 93, 99, 252, 494 dst.)
64. Suami yang perkawinannya telah bubar karena perceraian, boleh mencegah perkawinan bekas istrinya, bila dia hendak kawin lagi sebelum lampau tiga ratus hari sejak pembubaran perkawinan yang dulu. (KUHPerd. 34, 60, 61-4?, 62, 63-2?, 65.)
gambar hanya ilustrasi dan diambil dari kapanlagi.com

RSS - Comments
Top Comments