You are currently browsing the tag archive for the 'ramadhan' tag.
Ramadhan telah meninggalkan kita segala aktifitasnya, seharusnya, setelah kita dididik selama satu bulan penuh, keimanan kita dan ketaqwaan kita meningkat, minimal seperti yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan. Namun apa yang sering terjadi? Seiring dengan Ramadhan berlalu, kebiasaan pengamalan ibadah di bulan Ramadhan dan prilakupun turut serta berlalu.
Apa yang harus kita lakukan agar semangat Ramadhan tidak padam dalam diri kita? Bagaimana agar hati kita menjadikan Ramadhan sepanjang tahun?
Bukannya saya sok suci atau sok jadi a good moslem, saya juga sholatnya kadang masih bolong-bolong, mungkin wudhunya juga belum bener, tapi melihat acara tv menjelang sahur selama Ramadhan ini kok jadi gimana gitu lho.
Bulan Ramadhan kok tv acaranya dagelan melulu menjelang sahur, gak ada yang laen apa? Kok Indonesia yang katanya negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia kok begini cara menyambut Ramadhan. Memang sih kalo gak suka ya tinggal matiin tv aja, atau pilih channel lain tapi masak gak ada petinggi tv-tv itu yang orang Islam? Bahkan kata MUI:
Ada fenomena menarik yang terjadi di google trend, khususnya di Indonesia selama dua minggu terakhir ini. Meski tengah menjalankan ibadah puasa, tren orang Indonesia untuk mengklik nama sex icon Asia di search engine google, Maria Ozawa Miyabi, ternyata tetap besar.
Bahkan netter Indonesia tetap ‘konsisten’ mempertahankan diri di top ranking pencari bintang porno itu. Melebihi pencarian di negara asal Maria Osawa sendiri, yakni Jepang. Netter dari kota mana yang paling banyak memburu Miyabi?

1.Yogyakarta, Indonesia
2.Jakarta, Indonesia
3.Surabaya, Indonesia
4.Medan, Indonesia
5.Bandung, Indonesia
1.Yogyakarta, Indonesia
2.Bandung, Indonesia
3.Jakarta, Indonesia
4.Surabaya, Indonesia
sumber: jongjava.com
![]()
TUNTUNAN IBADAH PADA BULAN RAMADHAN
Disusun Oleh:
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
A. Persiapan
1.Dituntunkan agar setiap Muslim dan Muslimah mempersiapkan diri pribadi baik secara lahir maupun batin, dan memperbanyak melakukan puasa sunat di bulan Sya‘ban, berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللهُ عَنْهَا قَالَتْ … مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ. [متفق عليه].
Artinya: “Dari ‘Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: … Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan. Juga saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa kecuali di bulan Sya‘ban. [Muttafaq ‘Alaih].
![]()
Berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan 1430 H tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan TAUSIYAH Ramadhan sebagai berikut :
1. Menghimbau kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah hendaknya menyambut kedatangan bulan Ramadhan 1430 H dengan penuh rasa kesyukuran dan kegembiraan serta berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah puasa (shaum) Ramadhan dan rangkaian ibadah lainnya yang dituntunkan oleh Rasulullah dengan ikhlas, khusyu’, istiqamah dan kesungguhan, semata-mata untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT, sehingga dapat terpantul dalam jiwa, sikap dan tingkah laku sehari-hari yang mencerminkan kepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh. Jika setiap muslim, baik perorangan maupun kolektif benar-benar berkepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh, maka selain akan menjadi benteng ruhani dan moral yang kuat dalam menjalankan kebaikan (amar ma’ruf) serta mencegah keburukan (nahi munkar), pada saat yang sama akan menjadi kekuatan besar dalam ikhtiar membangun karakter bangsa di negeri ini.
HASIL HISAB
MAJELIS TARJIH DAN TAJDID PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hasil hisab awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1430 H adalah sebagai berikut:
RAMADAN 1430 H
- Ijtimak menjelang Ramadan 1430 H terjadi pada hari Kamis Kliwon, 20 Agustus 2009 pukul 17:02:48 WIB.
- Tinggi Hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( ö = -07° 48Œ dan ë = 110° 21Œ BT ) = -01° 10Œ 20 (hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di bawah ufuk.
- 1 Ramadan 1430 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, 22 Agustus 2009.
SYAWAL 1430 H
- Ijtimak menjelang Syawal 1430 H terjadi pada hari Sabtu Kliwon, 19 September 2009 pukul 01:45:36 WIB.
- Tinggi Hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( ö = -07° 48Œ dan ë = 110° 21Œ BT ) = +05° 48Œ 22 (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di atas ufuk.
- 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi, 20 September 2009.
ZULHIJAH 1430 H
- Ijtimak menjelang Zulhijah 1430 H terjadi pada hari Selasa Wage, 17 November 2009 pukul 02:15:09 WIB.
- Tinggi Hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( ö = -07° 48Œ dan ë = 110° 21Œ BT ) = +05° 49Œ 36 (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di atas ufuk.
- 1 Zulhijah 1430 H jatuh pada hari Rabu Kliwon, 18 November 2009.
- Hari Arafah (9 Zulhijah 1430 H) jatuh pada hari Kamis Pon, 26 November 2009.
- ‘Idul Adha (10 Zulhijah 1430 H) jatuh pada hari Jum’at Wage, 27 Nopember 2009.
sumber: Muhammadiyah

Ada sekuntum hari
Dimana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu
Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup
Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfiroh
Gericiknya dzikir dan tadarrus
Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia
Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Alloh
Karena dengan lapar dan haus
Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya
Bisa lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Di antara kemahaluasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih
Di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat
Dan segala kebaikan
Juga nuzulul qur’an dan lailatur qodar


Komentar Terbaik