Tag Archives: Puisi

Inilah Cinta

curug sewu

Cinta laksana sebuah pohon yang tumbuh di dalam hati.
Akar-akarnya adalah rasa rendah di hadapan Dzat yang dicintainya.
Batangnya adalah mengenalNya.
Rantingnya adalah rasa takut kepadaNya.
Daun- daunnya adalah rasa malu kepadaNya.
Buahnya adalah taat kepadaNya.
Dan bahan yang digunakan untuk menyiramnya adalah mengingatNya (dzikir).
Jika salah satu hal tersebut tidak ada dalam cinta maka cinta tersebut tidak sempurna.

(Ibnul Qayyim Rahimahullah)

Puisi Hari Ini

Terasa lama sekali
Ku ulurkan sebuah keterasingan..

Diantara mimpi2ku,lewat sebuah fantasi yg semakin terpendam waktu..

Anganku mengambang dlm pekatnya malam yg mengirim seribu hasrat..
Namun aku hanya tenggelam dlm samudramu
Dan kesendirian mulai berteluk dlm bayangmu..

Kau telah pergi..
Meninggalkan sebuah hati yg mengambang..
Getirpun menyapu kalbu
Setiap kali aku ingat kamu…

“RH-june 2012″

Posted with WordPress for BlackBerry.

Puisi Untuk Ibu Soetarti Dan Rusmini

Gigih tulang rapuh dan nyalimu kau paksa

Beribu kata dan peluh kau curah

Perih dirasa.. kalbu tergores duka mendera

hanya rasa rindu raja dari segala raja semesta

Hai Penguasa… sang dalang Negara…

Kekasihnya tlah berkorban jiwa raga..

Hingga tinggal tanah merah terukir nama

Tiadakah pelita hingga bertingkah buta…

Wahai… sang Pencipta yang slalu disapa

Hati nya Letih.. Lelah.. Kecewa.. tiada tara..

Kini tinggal DIKAU yang terakhir dipercaya…

Yang berhak mengukir hidup dan cahaya..

(Hati dan doa’ kami untukmu…By Areas,  sebuah komentar pada posting berjudul Kasus Soetarti dan Rusmini)

Seorang Pria

Nemu puisi jadul (ditulis enam tahun yang lalu), ih… biar malu di posting aja deh!

Ia tidak cukup mewarnai hidupmu dengan indah.
Ia tidak memberimu apa-apa.
Ia bukan apa-apa.
Ia tidak menjanjikan apa-apa.
Ia hanya merasakan telah menumpahkan segala untukmu
Ia hanyalah seorang pria yang selalu menunggumu pulang
Ia hanyalah seorang pria yang takut kehilangan kamu
Ia hanya seorang pria yang mempersembahkan seluruh cintanya untukmu.
Ia mencintaimu jauh besar lebih dari yang kamu bayangkan

Inilah Cinta

Cinta laksana sebuah pohon yang tumbuh di dalam hati.
Akar-akarnya adalah rasa rendah di hadapan Dzat yang dicintainya.
Batangnya adalah mengenalNya.
Rantingnya adalah rasa takut kepadaNya.
Daun- daunnya adalah rasa malu kepadaNya.
Buahnya adalah taat kepadaNya.
Dan bahan yang digunakan untuk menyiramnya adalah mengingatNya (dzikir).
Jika salah satu hal tersebut tidak ada dalam cinta maka cinta tersebut tidak sempurna.

(Ibnul Qayyim Rahimahullah)