Tagged: Puisi

Puisi Untuk Ibu Soetarti Dan Rusmini

Gigih tulang rapuh dan nyalimu kau paksa

Beribu kata dan peluh kau curah

Perih dirasa.. kalbu tergores duka mendera

hanya rasa rindu raja dari segala raja semesta

Hai Penguasa… sang dalang Negara…

Kekasihnya tlah berkorban jiwa raga..

Hingga tinggal tanah merah terukir nama

Tiadakah pelita hingga bertingkah buta…

Wahai… sang Pencipta yang slalu disapa

Hati nya Letih.. Lelah.. Kecewa.. tiada tara..

Kini tinggal DIKAU yang terakhir dipercaya…

Yang berhak mengukir hidup dan cahaya..

(Hati dan doa’ kami untukmu…By Areas,  sebuah komentar pada posting berjudul Kasus Soetarti dan Rusmini)

Seorang Pria

Nemu puisi jadul (ditulis enam tahun yang lalu), ih… biar malu di posting aja deh!

Ia tidak cukup mewarnai hidupmu dengan indah.
Ia tidak memberimu apa-apa.
Ia bukan apa-apa.
Ia tidak menjanjikan apa-apa.
Ia hanya merasakan telah menumpahkan segala untukmu
Ia hanyalah seorang pria yang selalu menunggumu pulang
Ia hanyalah seorang pria yang takut kehilangan kamu
Ia hanya seorang pria yang mempersembahkan seluruh cintanya untukmu.
Ia mencintaimu jauh besar lebih dari yang kamu bayangkan

Inilah Cinta

Cinta laksana sebuah pohon yang tumbuh di dalam hati.
Akar-akarnya adalah rasa rendah di hadapan Dzat yang dicintainya.
Batangnya adalah mengenalNya.
Rantingnya adalah rasa takut kepadaNya.
Daun- daunnya adalah rasa malu kepadaNya.
Buahnya adalah taat kepadaNya.
Dan bahan yang digunakan untuk menyiramnya adalah mengingatNya (dzikir).
Jika salah satu hal tersebut tidak ada dalam cinta maka cinta tersebut tidak sempurna.

(Ibnul Qayyim Rahimahullah)

Muslimah

Ia tidak harus berbalut sutera untuk terlihat menawan,,,
Ketika busana panjang tanpa pita2 pun mampu menembus kabut pesona zaman,

Ia tidak harus mendongakkan kepala untuk menyirat kehormatan..
Ketika tunduknya hati dan pandangan menempatkan diri pada kemuliaan..

Ia tidak harus berhiaskan intan berlian untuk meraih keanggunan..
Ketika cahaya kesabaran akan meluruhkan kilaunya butiran tasbih mulia menghitung akhlaknya..

Titian menuju Ridha MU memang tidak dihiasi mawar melati dan sedap malam sekali-kali masih tercium harumnya, karena mungkin masih ada terjaga prilaku dan lisannya,,

Perjalanan menuju MU sangat panjang dan meletihkan,,
hanya mendung dan pelangi,,
hanya gelap dan terang,,
saling berganti menyapa,,

Ya Rabb…

Tanpa keridhan Mu, bisakah sedekah, shalat, dan sujudnya mengantar diri ke ujung pengembaraan pada MU??…

(kontribusi dari Risma W.)

Ijin Poligami Dengan Puisi

Ini adalah sebuah puisi tentang seorang suami yang meminta ijin poligami kepada istrinya.

Puisi suami yg minta ijin poligami…

Istriku…,
jika engkau bumi, akulah matahari
aku menyinari kamu
kamu mengharapkan aku
ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
lantas aku ingat satu hal bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..

Continue reading

Child

Banyak kekhilafan dan kesalahan yang kita perbuat

namun kejahatan yang paling nista adalah

kejahatan yang mengabaikan anak-anak

kita melalaikan mata air hayat kita

 

Kita bisa tunda berbagai kebutuhan kita

kebutuhan anak kita tak bisa ditunda

 

Pada saat ini tulang belulang sedang terbentuk

darahnya dibuat dan susunan syarafnya tengah disusun

 

Kepadanya kita tak bisa berkata

esok namanya adalah kini

 

(Gabriela Mistar, pemenang noobel sastra 1945, alih bahas oleh Taufiq Ismail)