menyayangi suami

Cara Menyayangi Suami

dimas setoAnda ingin membuat suami bahagia dan merasa beruntung telah menikahi wanita impian (yaitu Anda)? Hal itu sebenarnya tidaklah sulit. Terapkanlah salah satu atau beberapa tips berikut ini.

1. Beri waktu untuk sendiri. Selain pekerjaan dan keluarga, seorang pria membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Katakan pada pasangan bahwa Anda mengerti akan hal itu. Namun, jangan sampai melupakan kewajiban rumah tangga. Anda dapat membahasnya berdua tentang bagaimana dan seberapa sering dia dapat menggunakan waktunya untuk diri sendiri.

2. Dengarkanlah dia. Ada saatnya suami menuntut perhatian penuh dengan meminta Anda mendengarkan ceritanya. Mungkin tentang sesuatu yang bukan minat Anda seperti tentang tim sepak bola kesayangannya. Pandai-pandailah bersikap. Tak ada ruginya, kok, memberi perhatian atas apa yang diceritakannya.

3. Beri waktu untuk sosialisasi. Berkumpul bersama teman-teman bagi seorang pria sangatlah penting. Dia bebas bercerita apa saja dan memberinya semangat baru. Pengertian yang Anda berikan padanya ketika dia ingin pergi keluar bersama teman-temannya membuatnya merasakan kedekatan yang luar biasa tanpa tuntutan yang berlebihan.

4. Beri perhatian kecil. Bagaimana jika Anda merapikan meja kerja suami yang sangat berantakan atau telah menyiapkan secangkir kopi yang masih hangat sepulangnya dari kantor? Pasti dia akan tersentuh. Perhatian-perhatian kecil sangat berarti bagi pasangan. Hal ini mengingatkannya pada kebutuhannya dan penemuan atas dirinya yang merupakan prioritas.

5. Beri pujian. Rasa percaya diri pria dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang suami, baik kehebatannya di ranjang atau perilakunya sebagai ayah, patut diberi pujian sesering mungkin. Pastikan pujian itu tulus serta tidak berlebihan.

6. Beri kepercayaan. Jangan selalu mengatakan padanya untuk berhati-hati mengendarai mobil atau untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan orang tuanya. Terlalu banyak nasihat akan membuatnya merasa tidak dipercaya dan hal ini dapat menjadi bumerang bagi Anda.

7. Wujudkan impiannya. Bila dia mengatakan pada Anda bahwa suatu hari, dia sungguh-sungguh ingin naik gunung, coba tanya pada diri sendiri, apa yang ingin Anda berikan pada pasangan? Dukungan atau malah mau menghancurkannya? Dengan segala permasalahan yang dihadapi, perlu juga memberikan sedikit ruang untuk mewujudkan petualangan yang nyata.

sumber dari sini, tapi kayaknya diambil dari kompas