Tagged: Lain-lain
Tuhan, Aku Cinta Padamu
Inilah Puisi terakhir Rendra yang sangat religius, mengisyaratkan kecintaannya pada Sang Pencipta. Puisi terakhir ini ditulis Rendra pada 31 Juli 2009 di RS Mitra Keluarga.
Tuhan, Aku Cinta Padamu
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatalAku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajarAku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawiAku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada AllahTuhan, aku cinta padamu
Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga
KEMARIN DAN ESOK ADALAH HARI INI. BENCANA DAN KEBERUNTUNGAN SAMA SAJA. LANGIT DI LUAR LANGIT DI DALAM BERSATU DALAM JIWA. (WS RENDRA). Selamat jalan, Rendra !
sumber: detiknews.com
Cara Membuat Screen Shot
Gampang, langsung saja ke superscreenshot.com, ikuti petunjuknya di sana, save gambarnya dan siap di gunakan.
Blog Nurdin M. Top
Ini dia BLOG NURDIN M.TOP, buronan nomor wahid di Indonesia.
Tapi asli apa palsu? Gak tau deh ….. soalnya ada dua, yang satu yang ini satunya lagi yang itu.
Ilmu Ikhlas
Ada “definisi” ilmu ikhlas yang sangat sederhana namun menarik untuk dicermati.
Definisi ikhlas menurut sinetron KSD (Kiamat Sudah Dekat) adalah tahu mengukur kemampuan diri.
Kesimpulan tersebut diambil dari rangkaian cerita KSD sebagai berikut:
Ada dua perjaka (Fandy dan Farid) yang mencintai seorang gadis berjilbab (Sarah) anak seorang haji. Untuk menentukan siapa yang berhak untuk meminang anaknya, pak haji memberikan 2 syarat, yaitu semua keputusan tergantung anaknya (Sarah) dan harus memiliki ilmu ikhlas (untuk Fandy dan Farid). Continue reading
Tawakal Kepada Allah
Suatu hari ada orang kaya masuk masjid untuk melaksanakan sholat, dia termasuk orang yang saleh, lalu dia melihat seorang anak kecil yang berumur tidak lebih dari dua belas tahun sedang berdiri mengerjakan sholat dengan khusyu’, melakukan ruku’ dan sujud dengan hening dan tenang, tatkala anak itu selesai dari sholatnya mendekatlah si kaya seraya bertanya kepadanya, ”Anak siapakah kamu ?”
”Aku anak yatim, aku kehilangan ayah dan ibuku”
”Maukah kamu menjadi anakku?”
Si anak berkata,”Apakah engkau akan memberiku makanan ketika aku lapar?”
Si lelaki kaya menjawab,”Ya, Insya Alloh”
”Apakah engkau akan memberi minum ketika aku haus?”
” Ya, Insya Allah”
” Apakah engkau akan memberiku pakaian ketika aku telanjang?”
” Ya, Insya Allah”
” Apakah engkau akan menghidupkan aku tatkala aku sudah mati?”
Takjublah lelaki itu seraya berkata,’ ”Ini tidak mungkin dilakukan!”
Anak kecil itu berkata, ”Kalau begitu, tinggalkanlah aku bersama Dzat yang telah menciptakan aku, memberiku rezeki, mematikan aku kemudian menghidupkanku kembali”.
Lelaki itu berkata kepada si anak, ”Benar wahai anakku! Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah pasti Dia mencukupinya”.
(Dikutip dari: Asybaluna Al-‘Ulama, Oleh Muhammad Sulthon)
Do’a Untuk Putri Matahari
Saya selalu saja tak dapat menahan mata yang berkaca-kaca setiap kali memandangi anak Saya.
Selalu saja terbayang di depan mata saat ia tidur, saat saya mengganti popoknya yang kotor oleh pipis dan pupup, saat bercanda, menggodanya, memasak air untuk ia mandi, mencuci popok, pakaian dan baju-bajunya yang lucu-lucu, menggendongnya dalam dekapan setiap pagi menyongsong matahari.
Rasa perih tak terhankan jika ibunda matahari berkata dengan nada yang “tinggi” kepada putri matahari saat ia ngambek. Saat ia tak mau meminum susunya, saat ia tak segera terpejam tidur malam hari, saat ia menangis. Maafkan ayah nak, jika ayah memilih untuk sesaat menjauh darimu. Itu ayah lakukan karena ayah tidak tega dan tidak tahan. Continue reading