Tagged: ibu

Sungguh Mulia Engkau, Ibu

Ini hanyalah secuil dari Kemuliaan Seorang Ibu yang mungkin tidak pernah kita sadari.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, “Cepatlah makan nak, ibu tidak lapar.”

2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “Ibu tdk suka daging, makanlah, nak..”

3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
“Istirahatlah nak, Ibu msh blm ngantuk..”

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk Ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu nak, Ibu masih punya uang.”

5. Saat anak sdh sukses, menjemput Ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, Ibu tidak terbiasa tiggal di sana.”

Saat menjelang tua, Ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp Ibu msh bs tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Ibu tidak apa apa.”

Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, Ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

(Broadcasted over bbm)

Contohlah Ibu

Ketika mengunjungi keluarga anaknya (sebut saja keluarga Adinda), seorang nenek memberi selembar uang kertas kepada cucunya. Uang itu diterima oleh sang cucu tanpa mengucapkan terima kasih.

Adinda, sang ibu menegur, “Apakah baik bagi anak yang menerima pemberian tetapi diam saja? Coba, apa yang biasa ibu ucapkan apabila ayahmu memberi ibu uang?”

Anak itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Oh ya, kalau menerima uang dari ayah, ibu selalu bilang ‘kok cuma segini, yah…????”

Hari Ibu

Seorang ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya “itu burung apa yg berdiri disana?”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi…
“Itu yang warna putih burung apa?”
sedikit kesal anaknya menjawab” ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya
“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…

Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama kan sama saja!… emangnya mama ga liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan…

“Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali… sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kamu membentak ku 2 kali…”

Si anak terdiam… dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

*Pernah kita ngomelin Dia? ‘Pernah!’:s

*pernah kita cuekin Dia? ‘Pernah!’>:/

*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan? ‘nggak!’:/

*sebenernya apa yg dia fikirkan?
‘Takut’:(

-takut ga bisa liat kita senyum, nangis atau ketawa lg.

-takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat…

Saat Mama/Papa menutup mata, Ga akan lg ada yg cerewet.:(

Saat kita nangis manggil2 dia, apa yg dia bales?
‘Dia cuma diam’:(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “anakku jangan nangis, Mama/Papa msh di sini. Mama/Papa msh sayang kamu”:(.

Kirim ke teman2mu kalau kamu sayang & menghargai orangtua kamu.

Sayangilah Mereka sblm waktunya hbs.({}) ({}) ({})

(Broadcasted message over BlackBerry® Messenger)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kepada Yang Tercinta

Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam, hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…

Ibu… aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka, dan aku telah membacanya, ya aku telah mengejanya kata demi kata… tidak ada satu huruf pun yang aku terlewatkan.

Tahukah engkau, wahai Ibu, bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’ dan baru selesai membacanya setelah ayam berkokok, fajar telah terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan?! Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut jika ditaruhkan di atas batu, tentu ia akan pecah, sekiranya diletakkan ke atas daun yang hijau tentu dia akan kering. Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut tidak tersudu oleh itik dan tidak tertelan oleh ayam. Sebenarnyalah bahwa suratmu itu bagiku bagaikan petir kemurkaan… bagaikan awan kaum Tsamud yang datang berarak yang telah siap dimuntahkan kepadaku… Continue reading

Surga di telapak kaki Ibu

(Seorang sahabat menerjemahkan dari versi aslinya “the Story of The One-Eyed Mother”). Ibuku hanya memiliki satu mata.

Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya. Keesokan harinya di sekolah…
“Ibumu bermata satu?!?!?…. ejek seorang teman.Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.
Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, “Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!? Ibuku diam tak bereaksi. Continue reading

Obat Stress Urus Anak

Kelelahan mengurus anak boleh dikata selalu membayangi para ibu yang berkomitmen untuk membesarkan buah hati mereka sendiri tanpa bantuan babysitter. Meski melelahkan namun bila mau dinikmati, saat-saat yang rawan dengan stres akibat popok, tumpahan susu, dan tangisan tak berakhir itu tetap saja memiliki momen-momen indah yang tak bakal terulang lagi.

Bagi ibu yang stres akibat tekanan kesibukan harian mungkin sangatlah tidak sempat untuk mengamati malaikat kecilnya saat tidur. Padahal di balik tidur sang bayi yang cenderung berwajah innocent itu, tercipta berbagai pemandangan lugu yang bisa menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Jadi, tak ada salahnya jika Anda menyempatkan sedikit waktu setiap harinya untuk mengamati buah hati saat ia tengah terlelap.

Selain itu, sempatkan diri untuk menemani si kecil main. Ajak ia bicara, bernyanyi, dan bersikaplah seolah-olah ia mengerti apa yang Anda katakan. Bicarakan hal-hal yang menyenangkan agar Anda terhibur dan buah hati juga memiliki rekaman koleksi kata-kata dan situasi yang positif dalam otaknya. Nikmati pula momen menyuapi, memandikan, hingga mengganti popok. Jika Anda menikmati tiap momen yang ada bersama si kecil, maka Anda akan merasa stres akibat tuntutan sebagai ibu agak berkurang. Dan, bila stres berkurang, maka Anda bisa lebih produktif dan bersemangat dalam mengurus rumah tangga.

Jadi, pastikan Anda tidak melewatkan momen yang ada sebab selain tidak akan terulang kembali (anak-anak itu tumbuh besar lebih cepat dari yang Anda kira), Anda dijamin mendapat kesegaran baru dari muka dan tingkah mereka yang lugu.(Kpl/*)

Judul asli "Mengamati Anak Kecil" metrotvnews.com