You are currently browsing the tag archive for the 'Humor' tag.
Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah.
Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat, “Bagaimana cara membedakan yoi, ya, da ya begitulah?”
Kemudian, pejabat itu menjawab, “Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau begitulah, berarti ia sarjana.”
“Oh, gitu, ya?”, kata turis.
“Yoi!!”, kata pejabat. pogung.com
Andi yang berwajah jelek sedang berbincang-bincang dengan Paijo yang berwajah tampan dan cakep. Paijo sedang memuji-muji wajahnya sendiri, sehingga Andi merasa sebal. Lalu Andi berkata kepada Paijo,
“Wah,memang benar kalau kamu itu selalu digila-gilai cewek!”
Paijo menjawab, “Wah,tentu saja,donk,Paijo gitu lhoh!”
Andi berkata lagi,
“Iya,maksudnya digila-gilai cewek itu,kalo setiap ada cewek yang melihat dan melewati kamu pasti ngomongnya,’Gila!Gila!’” pogung.com
Jerry anak yang baik ingin menikah dengan gadis pujaan hatinya.
Jerry: “Pak, Jerry mo nikah!”
Bapak: “Calonnya darimana nak?”
Jerry: “Dari Sumatera”
Bapak : “Jangan nak, disana semua saudara kamu!”
Jerry : “Calon Jerry banyak Pak, ada dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.”
Bapak : “Aduh nak….., jangan, sekali lagi jangan, disana semua saudara kamu.”
Jerry marah dan mengadukan hal itu kepada ibunya.
Jerry: “Bu, kata Jerry, masak ibu nggak tahu kalo selama bapak ini selingkuh”
Ibu: “Buktinya apa nak?”
Jerry: “Anak bapak ada dimana-mana”
Ibu: “Emang kamu mo ngapain nak?”
Jerry: “Nikah!!!”
Ibu: “Nak, kalo mau nikah, ya nikah aja, kamu juga bukan anak bapakmu…”
Di sebuah panti jompo terdapat dua lelaki tua, Pak Mul dan Pak Trisno yang tinggal sekamar. Suatu hari ketika perawat memasuki kamar mereka, ia melihat Pak Mul beraksi seolah-olah sedang naik kereta.
“Tuittt, tuuittt, jess! jess! jess!”, kata Pak Mul.
“Sedang apa Pak Mul?”, tanya perawat.
“Saya sedang naik kereta mau ke Yogyakarta.”, jawab Pak Mul.
“Baiklah, selamat jalan.”, kata perawat.
Lalu ketika ia berpaling ke Pak Trisno, dilihatnya lelaki tersebut
sedang bermasturbasi.
“Bapak lagi ngapain?”, tanya perawat.
“Saya sedang berselingkuh dengan istrinya Pak Mul, mumpung ia lagi keluar kota.”
Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama berani malu!
Penghasilan :
Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka penghasilan semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan penelitian dan menemukan bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata mampu mengumpulkan Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini ada seorang ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung, bahwa dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu pulang kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai 200-an juta rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil yang luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan ini menjadi primadona banyak orang yang datang ke kota-kota besar.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
4.. Tingkat stress tidak ada
5.. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan bagi kaum dhuafa. | forwarded email
Modal : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani malu.
Penghasilan : Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang dituju adalah lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp300/angkot, dan bekerja 8 jam, maka : 8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000/hari.
Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh adalah : Rp 72.000 x 26 hari = Rp1.872.000.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen di tengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.
Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.
Penghasilan :
Jika diasumsi bahwa :
1.. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
2.. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam
Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir Anda dapat memuat 20 mobil atau 40motor, maka Anda akan memperoleh :8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000/hari.
Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp 160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000/bulan(bebas pajak).
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Jam kerja tidak mengikat
3.. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
4.. Tingkat stress rendah
5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan yang diparkir hilang / rusak),tinggalin ajah. | forwarded email


Komentar Terbaik