You are currently browsing the tag archive for the 'ayah' tag.

Ayah, Kau Sungguh Ajaib! Untuk menjadi seorang manusia tangguh, anak – anak kita lebih membutuhkan keajaiban ayah mereka!

Islam sejak awal telah memberi isyarat tentang pentingnya ayah dalam proses pembelajaran anak melalui sistem patriarchy (garis keturunan pria) yang dianut, dimana seluruh manusia membawa nama ayah mereka dibelakang namanya (contohnya Fulan bin Fulan dan Fulanah bin Fulan). Secara tidak langsung, Islam menitikberatkan tanggung jawab atas pendidikan anak dipundak para ayah. Sang ayah akan dengan sendirinya merasa bertanggung jawab atas pendidikan dan perilaku keturunannya karena mereka membawa namanya kemana-mana, bahkan sampai mati. Jika kelakuan anaknya buruk, bukankah namanya juga yang akan dicap buruk? Nah, pikirin deh.

Kenapa musti dipundak ayah?

Read the rest of this entry »

Hubungan ayah dan anak bisa jadi cerita yang menarik. Kadang-kadang ada ayah yang merawat seorang anak yang ternyata belakangan baru diketahuinya bukanlah anak kandungnya atau ada keluarga yang melahirkan anak kembar yang salah satunya ternyata bukan anak kandungnya. Ada yang memperebutkan hak asuh anak bahkan adapula yang berjuang untuk menghindar dari kewajiban mengasuh anak. Malah ada suami yang hamil karena istrinya tidak subur. Aneh-aneh…

Suami (Bukan Istri) yang Hamil Sampai Dua Kali

Thomas Beatie, mantan ratu kecantikan Hawaii, dilahirkan sebagai wanita tetapi akhirnya memutuskan berganti kelamin melalui operasi, dan selanjutnya menikahi rekan kerjanya, seorang perempuan tentunya, Nancy. Sebagai bagian dari proses perubahan wujudnya, Beatie yang dulu bernama Tracy LaGondino, menggunakan hormon-hormon pria, seperti penumbuh kumis dan jenggot, dan merubah penampilannya layaknya seorang laki-laki maskulin. Setelah pernikahannya dengan Nancy tidak kunjung mendatangkan buah hati, karena Nancy ternyata infertile, Beatie memutuskan menggunakan rahim dan ovariumnya untuk melahirkan anaknya sendiri. Saat Beatie mengumumkan kehamilannya, dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya, kontoversi berkembang. Read the rest of this entry »

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS al-Isra` [17]: 23)

Read the rest of this entry »

“Bangun Nak, sudah subuh. Segera sholat dan siap-siap berangkat sekolah”. Begitulah ayah dan ibu membangunkan saya setiap pagi. Di sebuah rumah mungil sederhana, di kaki gunung Perahu.

Ketika saya sudah bekerja, suatu saat saya pulang kampung, mengunjungi ayah bunda. Teringat dengan jelas saat itu ketika beliau aku ajak makan di sebuat restauran. Hal yang tidak pernah dapat kami lakukan sebelumnya, karena segala keterbatasan beliau. Read the rest of this entry »

Menjadi seorang sungguh merupakan suatu hal yang teramat indah bagi saya.

Saya jadi teringat semua perjuangan (alm) ayahanda Saya yang kini menjadi figur yang tak tergantikan dalam hidup saya. Menjadi seorang ayah segera saja mendewasakan saya dalam setiap dimensi kehidupan. Read the rest of this entry »

Malam tadi saya berniat tidur lebih awal dari biasanya. Lalu Saya menuju pembaringan. Saya lihat sebentar wajah anak istri tersayang. Istriku tertidur pulas tampak kelelahan setelah seharian mengurus buah hati kami. Putriku, tertidur lucu, sesekali terlihat senyum dalam tidurnya.

Mata Saya berkaca-kaca, mengingat semua perjalanan hidup. Hingga akhirnya Saya justru teringat akan ayah bunda tercinta yang kini telah tiada. Read the rest of this entry »

Ketika matahariku menyapa bumi di terik siang wilayah Jakarta Selatan, Putriku terlahir berkulit gelap. Lalu aku suarakan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kiri matahariku.

Beberapa saat kemudian, saya menemui ibunda matahari menunjukkan photo matahari kami kepadanya. Saya terharu, ibunda matahari menangis, mengeluarkan air mata, terharu. Saya faham dan mengerti bahwa itu adalah air mata kehagaiaan, air mata tanda syukur kepada Allah.

Ibunda matahari berkata: “Lihat anak kita hitam seperti ayahnya. Salah saya ketika hamil benci sama ayahnya.” Subhanallah, ibunda matahari benar, Sayapun mengiyakan. Ia memang legam.

Lalu kami beri nama putri kami Adara Kaila Nareswari. Nama yang kami persiapkan dan saya pilih setelah saya memohon petunjuk dan berdoa kepada Allah, melewati malam-malam sebagai suami siaga.

Lalu sayapun berangan jauh menatap ke depan. Ya Allah, saya ingin setiap ulang tahunnya tiba nanti dirayakan dengan pengajian khataman Al Qur’an semalaman. Saya berharap agar ia nanti memahami dan menjalankan hidup dengan bimbingan Kitabullah. Alangkah bahagianya kami ayah-bunda jika suatu saat nanti bahkan ia menjadi seorang yang hafal Al Quran.

Ya Rasulullah, Saya ingin menjadi ayah sebagaimana Engkau menjadi ayah ya Rasulullah. Engkau menggendong anak-anak dan cucu-cucumu, bahkan terkadang Engkau bermain berkejaran dengan mereka. Engkau tanami mereka dengan kecintaan kepada Allah. Engkau mendidik mereka dengan sempurna.

(Diilhami oleh Tulisan Neno Warisman yang berjudul “Aku Ingin Anak Lelakiku Menirumu”)

Read the rest of this entry »

Begitulah, agar tulisan di sini selalu membuatku mengingat tempat-tempat indah, tempat aku dapat saling mengirim embun, juga matahari ke seluruh dunia.

Friends

  • 429,469 and counting

Online