You are currently browsing the category archive for the 'Tips Keluarga' category.
Meskipun teman cewek atau pacarnya bertebaran di mana-mana, playboy seringkali mengaku jomblo, terutama kepada cewek yang baru dikenalnya. Bisa ditebak—si dia ingin lebih banyak cewek jatuh ke tangannya.
Anehnya, banyak cewek percaya. Kalaupun pernah melihatnya merangkul mesra seorang cewek, kita nggak curiga dan mengira bahwa mereka pasti hanya teman biasa. Seperti itulah cara para playboy memperlakukan teman-teman ceweknya. Hmm… playboy memang paling jago ngeles!
Makanya jangan keburu menyimpan harapan terlalu tinggi saat dia mengaku jomblo. Soalnya, nih, pengakuan yang sama juga dia umbar kepada cewek-cewek lain. Nggak usah terjebak cerita sedihnya sebagai seorang jomblo—bisa jadi itu cuma usaha menarik simpati kita. Kalau kita keburu ge-er, bisa berujung patah hati! citacinta.com
Akhir akhir ini jika kita mengikuti perkembangan dunia gadget maka kita akan disuguhi berbagai macam fitur canggih dari piranti genggam tersebut. Salah satu fitur canggih yang wajib ada di setiap gadget adalah kalender dan pengingat.
Kita sudah tidak mempercayai kemampuan otak kita untuk mengingat sesuatu dan membutuhkan bantuan alat untuk mengingatkan setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Padahal sebenarnya kita dapat memaksimalkan kemampuan otak yang kita miliki sehingga kebutuhan akan alat pengingat menjadi berkurang.
Berikut saya sajikan tips agar otak kita optimal atau meningkatkan kemampuannya dalam mengingat sesuatu : Read the rest of this entry »
Ayah, Kau Sungguh Ajaib! Untuk menjadi seorang manusia tangguh, anak – anak kita lebih membutuhkan keajaiban ayah mereka!
Islam sejak awal telah memberi isyarat tentang pentingnya ayah dalam proses pembelajaran anak melalui sistem patriarchy (garis keturunan pria) yang dianut, dimana seluruh manusia membawa nama ayah mereka dibelakang namanya (contohnya Fulan bin Fulan dan Fulanah bin Fulan). Secara tidak langsung, Islam menitikberatkan tanggung jawab atas pendidikan anak dipundak para ayah. Sang ayah akan dengan sendirinya merasa bertanggung jawab atas pendidikan dan perilaku keturunannya karena mereka membawa namanya kemana-mana, bahkan sampai mati. Jika kelakuan anaknya buruk, bukankah namanya juga yang akan dicap buruk? Nah, pikirin deh.
Kenapa musti dipundak ayah?
Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan, orang tua memang sering dibuat jengkel. Secara refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud ‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.
Perhatikan contoh ini (dan masih banyak lagi tentunya):
“Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!”, bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.
“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!”. Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (4) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.
Ini skedar info, pengobatan sederhana dengan resep tradisionil.
Kolesterol dan Diabetes
Resep: Rebus daun salam bersama laos lalu minum air rebusan tersebut.
Fakta: Daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.Laos mengandung minyak atsiri untuk membantu memperlancar sirkulasi darah dan proses pengeluaran sisa metabolisme termasuk kolesterol yang berlebih.


Komentar Terbaik