Hikmah

Tentang hikmah, renungan, nasehat

Tips Aman Bepergian

google image search. kredit foto buat yang punya

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir):

“بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ”

Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya),

maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)” [HR.Abu Dawud].

semoga kita senantiasa bisa mengamalkannya, Dan selalu berusaha dan tawakal kepada Allah subhanahu wata’ala, sehingga kita selalu dijaga dan dicukupi oleh Allah subhanahu wata’ala

Posting Dengan WordPress for BlackBerry.

Cerita Seorang Penjual Hewan Untuk Qurban

(Renungan Menyambut Idul Adha)

Setelah melayani pembeli, saya melihat seorang ibu sdg memperhatikan dagangan kami. Dilihat dari penampilan nya sepertinya dia tdk akan beli. Namun saya coba hampiri dan menawar kan.

“Silahkan bu..”

“Kalau yg itu berapa bang?” Ibu itu menunjuk hewan yg paling murah.

“Kalau yg itu harganya 600rb bu”, jawab saya.
“Harga pasnya berapa?
“500rb deh. harga segitu untung saya kecil bu, tapi biarlah..”

“Uang saya Cuma ada 450rb, boleh gak?”.

Waduh..saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug.

“Biarlah..” kata saya.

Saya pun mengantar hewan ibu. Ketika sampai di rumah ibu tersebut, saya terkejut..!. “Astaghfirullaah.. Allahu Akbar..!”Terasa mengigil seluruh badan saya ketika melihat keadaan rumah ibu tersebut. Ibu itu hanya tinggal bertiga dgn ibu dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh Diatas dipan, sedang tertidur seorang nenek tua kurus.

“Mak..bangun mak, nih liat Sumi bawa apa…” Perempuan tua itu terbangun. “Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak…” Orang tua itu kaget namun terlihat sorot bahagia di matanya. Sambil mengelus-elus kambing, orang tua itu berucap, “Alhamdulillah… akhirnya kesampaian juga emak berqurban.”

“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya ke murahan, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpul kan uang untuk beli kambing Ɣªήğ mau saya niatkan buat qurban ibu saya…”

Duh GUSTI!

Ampuni dosa hamba… Hamba malu berhadapan dengan hambaMU Ɣªήğ satu ini. HambaMU yg Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar kalimat dari ibu ini.

“Bang nih ongkos bajajnya.!” panggil si Ibu.

“Sudah bu, biar ongkos bajaj Sy Ɣªήğ bayar.”

Saya buru2 pergi sblm ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah krn tak sanggup mendapat teguran dari اَللّهُ swt (broadcasted over BBM)

Posting Dengan WordPress for BlackBerry.

Arti Ijab Qobul

Arti dari Ijab Qobul :
”aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,”
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna “perjanjian/ikrar” tersebut ?

”maka aku tanggung dosa2 si fulan dr ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dilakukan dr tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan shalat. Semua yang berhubungan dgn si fulan aku yang tanggung bukan lagi orang tuanya serta aku tanggung semua dosa calon anak2ku”.

Jika suami berhasil janji اَللّهُ adalah surga . Dengan catatan keluarganya beriman dan shaleh shaleha.

Jika aku GAGAL?
”Jika gagal dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya maka “aku (suami) yang fasik, ingkar dan rela masuka neraka”.

(HR. Muslim)

Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu. (Facebook note)

Posting Dengan WordPress for BlackBerry.

Idul Fitri Dan Dampak Sosial

Buat yang belum tau apa maksud Minal Aidin Wal Faizin, ada baiknya simak tulisan berikut yang dicomot dari REPUBLIKA.CO.ID, dan ditulis Oleh: Endang Zakaria (Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta).

Di negara kita banyak orang mengucapkan Minal ‘Aidin wal Faizin saat Idul Fitri. Kata-kata tersebut merupakan asa dan doa yang senantiasa terucap saat kita berjabat tangan saat Idul Fitri. Dalam Alquran tidak ditemukan makna kata ‘Aidin. Namun dari aspek etimologi,  Minal ‘Aidin dapat diartikan “Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah”, yang merupakan “asal kejadian” manusia.

Lain lagi kebiasaan di negara-negara Islam di Timur Tengah, mereka cukup mengucapkan Eid Mubarak sebagai bentuk tasyakur atas kemenangan umat Islam yang berhasil melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan.

Idul Fitri juga bermakna hari bersuka cita, maka pada hari besar itu kita harus terbebas dari kesusahan, kesedihan, dan jangan ada lagi orang yang meminta-minta. Saat itu, umat muslim yang mampu untuk membayar zakat fitrah kepada fakir miskin hendaklah mengeluarkannya sebagai bentuk kepedulian dalam berbagi kebahagiaan kepada orang yang tidak mampu agar bisa merasakan suka cita pada hari tersebut.

Pada saat Idul Fitri umat Islam bersalam-salaman dan saling memaafkan atas segala dosa dan kekhilafan. Yang muda meminta maaf kepada yang tua, anak meminta maaf kepada orang tua, adik meminta maaf (more…)

Makna Menyambung Silaturrahmi

(Menyambung hubungan dg saudara atau kerabat)

Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yg beriman kpd Allah dan hari akhir, hendaklah dia menyambung silaturahim.”

Kebanyakan org melupakan hak ini dan meremehkannya. Kita lihat salah satu di antara manusia tidak meyambung tali persaudaraannya, tidak dgn harta ataupun kemampuannya, tidak juga dgn akhlaknya. Hari2 dan bulan2 berlalu namun ia tdk melihat kerabatnya dan tidak pula menjenguknya. Ia tdk mengulurkan tali kasih kpd mereka dengan memberikan hadiah, dan tidak pula meringankan kebutuhan mereka.

Bahkan ia berbuat jahat kepada mereka dengan ucapan, perbuatan, atau kedua-duanya sekaligus. Dia berbuat baik kepada orang yg jauh, namun memutus persaudaraan dengan kerabatnya sendiri.

Sebagian orang menyambung kekerabatan apabila kerabatnya menyambungnya, dan memutus kekerabatan jika kerabatnya memutusnya. Orang seperti ini hakikatnya bukanlah orang yg menyambung tali persaudaraan.. (more…)