Ya Mustofa, Ya Mustofa, Mustofa
Bait dari lagu Madah Rasul (Dang Faturrahman) itulah yang membuat aku menangis, teringat akan segala dosa-dosa yang telah ku perbuat pada sesama, terutama dosa dan salahku kepada almarhum dan almarhumah ibu dan ayahku. Teringat jelas betapa aku belum pernah sekalipun membahagiakan beliau. Hati menajadi terasa lebih teriris saat terdengar hardikan kasar:
“Kamu sudah tidak punya orang tua, makanya …… “
Menangis aku menulis sementara mendengarkan madah cinta untuk Rasul ini. Di tengah prahara batin yang gulana, lagu ini mampu menyejukkan hati dan kadang terasa menyayat.
Yaa Rosuulallooh ! Madadtu bi mahabbatil mundzib
Liqoo uu ka, rojaa i kulla hiini
Unshuur rohmatik, ‘alaa ummatik, kamaalaa rohmatik
Ya Mustofa, Ya Mustofa, Mustofa
Ya kholiil ar-rohim, Ya rohmatan lil’alamiin
Ya Rasuulalloh !
Madah kupersembahkan untukmu
Dari makhluk pendosa hina ini
Yang bahkan malu untuk berharap mendapatkan syafa’at darimu
Ya Mustofa, Ya Mustofa, Mustofa
Engkaulah cahaya nan rohmatan lil ‘alamiin
Ya Rasuulalloh !
Meski zaman-zaman tlah berlalu
Izinkan hamba berhidmat kepadamu
Izinkan hamba yang hina ini melantunkan sholawat kepadamu
Ya Mustofa, Ya Mustofa, Ya Mustofa
Ya kholiilar-rohim, Ya rohmatan lil’alamiin.

RSS - Posts
No comments yet
Comments feed for this article