Terima Kasih, Istriku

15 04 2008

Terima kasih kupersembahkan untukmu istriku tercinta. Karena tiada kata yang pantas kuucapkan dari mulutku yang kelu dan hatiku yang terluka, selain”Terimakasih atas segala apa yang telah kau berikan padaku, semoga segala amal kebaikanmu selam ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah.”

Air mataku selalu berlinang bila mengingat bagaimana aku mencintaimu dan bagaimana engkau mengecewakanku. Aku bersusah payan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecil kita. Kadang aku tidak memikirkan diriku sendiri yang sering lupa dan terlambat makan siang karena sibuk bekerja mencari nafkah.

Aku tak peduli lagi dengan apa yang aku kenakan, kadang sepatu tidak disemir, kadang rambut acak-acakan, baju, celana sekenanya aku ambil dari lemari pakaian, karena engkau, istriku tercinta, masih asyik tertidur.

Wajahku yang dulu segar, badanku yang dulu kekar, perlahan berubah menyusut menjadi tampak lebih tua dari usiaku yang sebenarnya. Tubuhku menjadi kurus kering, semuanya berkat jasa baikmu, istriku.

Istriku, aku sadar bahwa aku tidak mampu memberimu gemerlap dunia seperti yang engkau idamkan karena memang kemampuan saat ini hanya cukup memberimu nafkah. Kalau engkau ingin hidup sejahtera, aku bisa memenuhimu, tapi untuk hidup kaya raya, itu bukan cita-citaku.

Hemat dan kesederhanaan adalah pilihan hatiku. Karena seperti pepatah mengatakan bahwa ”Kesederhanaan, (hemat), itu adalah sumber dari keberhasilan seseorang.”. aku cukup mensyukuri atas karunia Allah yang diberikan kepadaku. Itulah rejekiku.

Istriku, banyak kisah menceritakan betapa banyaknya lelaki hancur karena wanita, namun banyak juga kisah yang menceritakan bahwa lelaki sukses dan berhasil karena wanita. Lalu dimanakah engkau akan berperan?

Istriku, aku sedih dan menangis mempunyai isteri seperti kamu. Seorang istri yang semaunya sendiri, maunya menang sendiri, pembohong, tidak jujur, munafiq, mementingkan diri sendiri dan keluarganya tanpa menghiraukan suami.

Wanita dinikahi karena empat hal: kecantikanya, kekayaannya, keturunanya dan agamanya. Dan aku salah karena memilihmu berdasarkan kecantikanmu semata.

Semuanya sudah terjadi. Maka bagiku segala perbuatan baik, pasti balasannya juga baik, meskipun yang aku alami adalah sebaliknya. Itulah hidup dunia.

Sekali lagi, terima kasih atas semua yang telah engkau berikan kepadaku. Kini, kembalilah engkau kepada orang tuamu dan keluargamu yang bisa memberikan kamu kenyamanan dan ketenangan. Biarkan aku meneruskan hidup, mengarungi dunia dengan perahu hidupku yang telah retak. Semoga Allah mengampuni semua dosa dan salah kita. Amin.

Jakarta, 15 April 2008 dengan penuh duka.

ilustrasi gambar graphic diambil dari sini

About these ads

Actions

Information

4 responses

13 05 2009
sifa

itulah wanita ia ibarat tulang yang bengkok, maka berhati-hatilah dalam meluruskannya, namun jangan biarkan ia tetap bengkok, karena ia tiada akan lurus, semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, jangan menilai wanita atau orla cuma dari luarnya………… tapi lihatlah imannya dan hatinya………..

12 05 2008
ella

saya turut prihatin, semoga istri anda msegera mendapat hidayah

7 05 2008
sabrang

betul and setuju om, he… makasih komentarnya

7 05 2008
carli

kalo cw kaya gitu mah kasi air keras ajah bos
biyar bisa dipajang…hehehehe
kancantik tu lumayan buat pajangan rumah…
gausa sedih bos masih banyak janda janda tua…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: